Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Pasangan Usia Subur (PUS) Tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Ayu Lestari, Mustika; Ismiati
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v12i1.2024.679

Abstract

Penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang masih sangat rendah dikarenakan kurangnya peran tenaga kesehatan memberikan informasi tentang kelebihan metode kontrasepsi jangka panjang sehingga pengetahuan masyarakat masih kurang (Kemenkes RI, 2017). Berdasarkan hasil studi pendahuluan data yang didapatkan dari PWS KB Polindes Jelantik Tahun 2022 Bulan Juli Pasangan Usia Subur (PUS) yang ada di Dusun Aik Ampat sebanyak 118 orang. KB aktif sebesar 64 (65,625%) dengan pengguna kondom sebesar 0 (0%), Pil 3 (4,6875%), Suntik 42 (65,625%), AKDR 1 (1,5625%), Implant 18 (28,125%), MOW 0 (0%), MOP 0 (0%). (PWS KB Polindes Jelantik 2022). Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan Pasangan Usia Subur (PUS) tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Dusun Aik Ampat Desa Jelantik Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Dengan Responden sebanyak 30 responden. Hasil: Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan pada penelitian mayoritas adalah tingkat pengetahuan cukup dengan presentase (57%). Di ikuti dengan tingkat pengetahuan kurang dengan presentase (27%). Dan baik dengan presentase 17%. Kesimpulan: Karakteristik responden berdasarkan umur terbanyak 20-35 tahun sebanyak 25 (83%) responden, pendidikan terbanyak adalah SMA sebanyak 14 (47%) responden, pekerjaan terbanyak adalah IRT sebanyak 24 (80%) responden. Pengetahuan Pasangan Usia Subur (PUS) tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Dusun Aik Ampat Desa Jelantik Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah mayoritas cukup yaitu 17 (57%) responden.
Hubungan Konsep Diri Dengan Perilaku Hygiene Genetalia Eksternal Remaja Putri Di Muhammadiyah 2 Yogyakarta Ayu Lestari, Mustika; Foranci , Yoki
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 4 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i4.582

Abstract

Latar Belakang: Salah satu organ tubuh yang sensitif dan memerlukan perawatan khusus adalah alat reproduksi. Menjaga kesehatan berawal dari menjaga kebersihan. Hal ini juga berlaku bagi kesehatan organ-organ seksual, termasuk genetalia eksternal. Kebiasaan atau perilaku remaja putri yang salah dalam hal menjaga kebersihan genetalia eksternal dapat menimbulkan infeksi Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara konsep diri dengan perilaku hygiene genetalia eksternal remaja putri di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas X dan XI SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dan pada analisa univariat yang digunakan adalah chi square.Hasil: Responden yang didapatkan sebanyak 117 responden. Uji hipotesis untuk mengetahui korelasi antar variabel tersebut digunakan analisa chi square. Dari hasil analisis data diperoleh nilai chi square (X2) adalah 0,00 dengan nilai p value kurang dari 0,05 (0,00 < 0,05), maka dapat disimpulkan ada hubungan antara konsep diri dengan perilaku hygiene genetalia eksternal remaja putri di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta.Simpulan dan Saran: Ada hubungan antara konsep diri dengan perilaku hygiene genetalia eksternal remaja putri di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Artinya setiap peningkatan konsep diri akan disertai dengan semakin baiknya perilaku hygiene genetalia eksternal remaja putri. Diharapkan kepada tenaga kesehatan dan sekolah yang terkait untuk dapat berkolaborasi untuk meningkarkan konsep diri siswa siswinya dan meningkatkan perilaku hygienitasnya