Kedelai merupakan salah satu komoditi pangan utama setelah padi dan jagung. Kedelai merupakan bahan pangan sumber protein nabati utama bagi masyarakat. Kebutuhan kedelai dari tahun ke tahun terus meningkat. Kedelai dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan protein murah bagi masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas SDM Indonesia.( Muchtady D, 2010: 1).Permasalahan rendahnya produksi kedelai di dalam negeri disebabkan oleh buruknya kinerja produksi dan produktivitas kedelai di dalam negeri, disamping itu juga disebabkan lemahnya kinerja perdagangan dan tata niaga kedelai. Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah telah berupaya untuk meningkatkan produksi dengan jalan upsus kedelai dan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT ) agar pelaksanaan teknologi budidaya kedelai dapat dilakukan dengan baik dan benar, diantaranya dengan sistem tanam ditugal dan disebar.Tanam ditugal adalah sistem tanaman yang cara pengolahan tanah dengan membuat lubang tanam memakai tugal, tiap lubang diisi dengan benih lebih dari satu, sedangkan tanam sebar adalah sistem tanaman dengan penyebaran benih ( dalam kondisi tanah basah kemudian baru disebar diatas tanah yang basah). Pengambilan sampel petani menggunakan metode proportionate stratified random sampling yang didasarkan pada luas lahan petani. Kemudian populasi dibagi menjadi beberapa kelas (strata) berdasarkan luas lahan. Metode pengambilan data menggunakan metode interview (wawancara), kuisioner, observasi serta study pustaka. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan untuk analisis faktor-faktor produksi terhadap pendapatan usahatani di Desa Pelem Kecamatan Jati Blora.