Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui masalah yang mempengaruhi mutu jamur tiram putih, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mutu jamur tiram putih serta mengetahui rumusan pengendalian mutu apa yang tepat untuk diterapkan pada Agro Jamur Tiram Wijaya Kusuma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis fishbone. Analisis fishbone digunakan untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap mutu jamur tiram putih pada Agro Jamur Tiram Wijaya Kusuma. Hasil dari penelitian ini diketahui, permasalahan mutu jamur tiram putih yang dihadapi oleh Agro Jamur Tiram Wijaya Kusuma Desa Rengel Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban disebabkan oleh ukuran jamur tiram Kecil, warna jamur tiram kekuningan serta jamur tiram kering dan layu. Faktor penyebab yang mempengaruhi adalah 1) faktor manusia yaitu keterlambatan karyawan pada waktu penyiraman saat budidaya, kelalaian karyawan dalam mengendalikan hama dan penyakit, kecerobohan karyawan lapang dalam pemberia dosis bahan baku pembuatan baglog, serta keterlambatan karyawan memanen jamur tiram. 2) faktor teknik budidaya yaitu kesalahan penyiraman saat budidaya. 3) faktor bahan/masukan yaitu kurang nutrisi pada media dan kualitas dedak yang kurang bagus. 4) faktor lingkungan yaitu adanya penyakit pada baglog jamur tiram, suhu kumbung tinggi serta sirkulasi udara yang kurang bagus. Tindak perbaikan yang paling tepat dilakukan antara lain, 1) faktor manusia yaitu mengadakan evaluasi kerja setiap hari sebelum memulai aktifitas agar karyawan lebih disiplin dalam bertugas, penerapan sistem pengawasan sesuai SOP Agro Jamur Tiram Wijaya Kusuma dalam melakukan penyortiran baglog yang terjangkit hama dan penyakit, memberikan pendampingan kepada karyawan untuk lebih berhati-hati dalam memberikan takaran bahan baku, serta segera memanen jamur tiram apabila sudah siap untu dipanen. 2) faktor teknik budidaya yaitu memberikan pelatihan dan pengawasan teknik penyiraman kepada karyawan yang belum mengerti. 3) faktor bahan/masukan yaitu memberikan nutrisi sesuai dengan takaran yang diperlukan dan melakukan penyortiran atau pengecekan kualitas dedak yang layak digunakan. 4) faktor lingkungan yaitu pemberlakuan jadwal untuk sterilisasi kumbung jamur, mengadakan pelatihan bagi karyawan untuk mengenali perubahan suhu sehingga dapat memutuskan banyaknya intensitas penyiraman, mengatur penambahan cahaya dengan jumlah yang tepat, serta melakukan pengecekan terhadap kumbung untuk memastikan sirkulasi tidak terhalang apapun atau membuka ventilasi dimalam hari.