This Author published in this journals
All Journal Telematika MKOM
Saputra, Rilo Anggoro
Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Budi Luhur, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DIAGNOSIS ISPA BERBASIS WEB DENGAN METODE FORWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR PADA SISTEM PAKAR Saputra, Rilo Anggoro; Soetanto, Hari
Telematika MKOM Vol 15, No 2 (2023): Jurnal Telematika MKOM Vol. 15 No. 2 September 2023
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/telematikamkom.2673

Abstract

Sistem pakar merupakan cabang dari kecerdasan buatan yang mensimulasikan sebuah penilaian atau pengambilan sebuah keputusan dari seorang yang memiliki keahlian dan pengalaman di bidang tertentu dengan tujuan untuk memecahkan sebuah permasalahan. Salah satu penerapan sistem pakar dapat dilakukan pada bidang kedokteran untuk mendiagnosa sebuah penyakit. Seperti pada kasus sistem pakar akan diterapkan untuk mendiagnosa Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang menyerang saluran pernapasan yang meliputi hidung, tenggorokan, bronkus, dan juga paru-paru. ISPA terjadi karena disebabkan oleh virus serta bakteri, yang dimana gejala umum yang terjadi meliputi pilek, nyeri dalam tenggorokan, demam, sampai kelelahan. Di Indonesia ISPA bisa terjadi pada bayi, anak-anak, orang dewasa, sampai orang tua. Namun penyakit ini sering dianggap remeh bagi sebagian masyarakat Indonesia, pada tahun 2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mendata sebanyak 186.809 ribu masyarakat jawa barat mengalami permasalahan Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA). Berdasarkan pertimbangan tersebut maka diperlukanlah sebuah aplikasi pendukung dengan menggunakan metode forward chaining dan certainty factor yang bertujuan agar dapat membantu para tenaga kesehatan untuk mendiagnosis secara cepat, sebagai tindakan preventif pada saat pengecekan tahap awal. Metode Forward Chaining melibatkan antara pembentukan aturan untuk suatu penyakit berdasarkan gejala yang ada, sementara penggunaan metode Certainty Factor untuk menghitung tingkat probabilitas dari setiap penyakit yang keluar berdasarkan gejala yang dipilih. Dengan menggabungkan kedua metode tersebut dapat menghasilkan nilai akurasi yang cukup akurat, studi kasus yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan 10 data pasien dengan menghasilkan tingkat akurasi sebesar 90%.