Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Grab Food Berdasarkan Ketidaksesuaian Informasi dalam Etiket Gambar Pattiasina, Ryan Axel; Hutabarat, Sylvana Muni Deborah
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 6 : Al Qalam (November 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i6.2835

Abstract

Perlindungan konsumen merupakan instrumen yang penting dikarenakan banyak masyarakat melakukan transaksi jual beli salah satunya transaksi digital.  Salah satu kasus perlindungan konsumen adalah ketika pembeli membeli suatu produk  barang tidak sesuai dengan apa yang dijual serta tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dijual. Penelitian ini mengkaji tentang Bagaimana perlindungan Hukum terhadap konsumen Grabfood berdasarkan ketidaksesuaian informasi dalam etiket gambar dan Bagaimana pelayanan dalam aplikasi GrabFood berdasarkan Hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian  ini  adalah  normatif dilengkapi dengan wawancara.  Dalam penelitian  ini  menggunakan bahan hukum primer,  sekunder,  studi  kepustakaan meliputi  perundang-undangan,  buku,  kamus  hukum,  jurnal,  dan  internet.  Berdasarkan  hasil  penelitian  ini  konsumen wajib mendapatkan ganti rugi sebagai wujud perlindungan hukum apabila terdapat ketidaksesuaian informasi dalam etiket gambar dan juga pelayanan  terhadap  aplikasi  GrabFood belum  berjalan  dengan  baik  dikarenakan  kurangnya  transparansi, wawasan  dan  pengetahuan  dari  penyedia  jasa  layanan  dan juga  kurangnya penyaluran maupun  penyelesaian  dari  keluhan  konsumen,  terdapat  juga  kendala  dalam  perlindungan  konsumen  terhadap  layanan  GrabFood  yang  dipengaruhi  oleh  beberapa faktor sehingga  tidak sesuai  dengan  pasal 4 ayat 3 Undang-undang No.  8  Tahun  1999  tentang  perlindungan  konsumen.
PENDAMPINGAN DAN PENDAFTARAN BADAN HUKUM PERKUMPULAN RUMAH BELAJAR MIFASOL Taupiqqurrahman; Rifqi, Muhammad; Aliyya, Annisa Lisaana Sidqin; Pattiasina, Ryan Axel; Usmany, Tatianna Daniella; Marino, Emir Febrian; Hidaya, Faiz Aqiel Maulana; Januari, Ferdinan; Rachmat, Bayu Adi; Azza, Yaumil; Setiawan, Felicia Stefanie
Jurnal Kreatif : Karya Pengabdian untuk Masyarakat Aktif dan Inovatif Vol 2 No 02 (2025): JUNI
Publisher : Zhata Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64578/jkreatif.v2i02.56

Abstract

The establishment of an association/community is part of the rights of every citizen. Regardless of where the youth live. One of the youth communities in Indonesia is a community in Depok City with the name of Rumah Mifasol Community. Rumah Mifasol focuses on the field of children's education. Rumah Mifasol is a form of answer to the many local children who have not received proper education. The birth of Rumah Mifasol became a change in the surrounding environment, especially for children who participated in learning activities to develop rapidly, such as children who are previously unable to read to be able to read. However, the community that has been established does not yet have a legal entity. The method used in this service is the Community Based Participatory Research or CBPR method, which is used by prioritizing the process of community participation in each activity. The results of the service of mentoring and registering the MiFasol Learning House Legal Entity have concrete steps and results. Where the association that was previously only an ordinary association, became an association that has a legal entity.