Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IDENTIFIKASI DIMENSI PENTING UNTUK MEMAKSIMALKAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA PT ANGKASA PURA (PERSERO) KANTOR PUSAT Wijiharta, Wijiharta; Izma Nurillah Unais; Sugeng Nugroho Hadi
Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 1 No. 3 (2022): Oktober : Jurnal Ekonomi dan Manajemen
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jekma.v1i3.401

Abstract

Organizational Citizenship Behavior (OCB) memiliki beberapa dimensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dimensi penting OCB pada PT Angkasa Pura (Persero) Kantor Pusat. Penelitian kuantitatif ini mengambil sejumlah 110 sampel dari karyawan PT Angkasa Pura (Persero) Kantor Pusat, untuk dianalisis menggunakan statistika deskriptif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat OCB karyawan pada PT. Angkasa Pura II (Persero) Kantor Pusat cukup tinggi mencapai skor 3,875 atau 77,5%. Dimensi yang teridentifikasi terpenting dari OCB karyawan perusahaan tersebut adalah civic virtue, yaitu mencapai skor 4,431 atau 88,6%. Sedangkan dimensi cortesy mendapatkan skor terendah yaitu 3,167 atau 63,3%. Civic virtue sebagai dimensi kunci OCB pada PT. Angkasa Pura II (Persero) Kantor Pusat, perlu mendapatkan perhatian dari manajemen perusahaan untuk memaksimalkan OCB. Perlu penelitian lebih lanjut tentang OCB terkait dengan latar belakang demografi karyawan dan bidang perusahaan.
STUDI BUDAYA PERUSAHAAN: Implementasi Islamic Self Efficacy Khairawati, Salihah; Sugeng Nugroho Hadi; Fadillah Khairunnisa
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkara-perkara kecil yang selalu dikerjakan karyawan akan menjadi habit dan membentuk budaya perusahaan. Self efficacy adalah tingkat keyakinan karyawan terhadap kemampuan dirinya yang selalu merasa mau dan mampu melakukan sesuatu. Penelitian ini bertujuan menganalisis budaya perusahaan yang tercermin dari self efficacy karyawan di PT. Liebherr Indonesia Perkasa. Diteliti menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan menggunakan pertanyaan tidak terstruktur yang dikembangkan dari delapan indikator self efficacy. Teknik analisis data dengan menggunakan data interaktif dari Miles & Huberman (1992) dengan pendekatan etnografi, serta pendekatan teori Hickman & Silva (1984). Akhirnya penelitian ini mendapatkan kesimpulan bahwa (a) nilai komitmen terwujud dalam budaya karyawan yang yakin dirinya mampu berusaha dengan keras, tekun, dan gigih; yakin Allah SwT memberikan pertolongan; yakin Allah SwT tidak membebani dengan sesuatu yang tidak dapat dikerjakannya; (b) nilai kompetensi terwujud dalam budaya karyawan yang senang belajar dari pengalaman orang lain, dan dapat memotivasi diri dalam menyelesaikan tugas; (c) nilai konsistensi terwujud dalam budaya karyawan yang mau belajar dari pengalaman, mampu menyelesaikan tugas tertentu, mempersuasi verbal, memanfaatkan umpan balik psikologis, dan bertahan menghadapi hambatan dan masalah.
THE EFFECT OF RELIGIOSITY AND BOYCOTT DECISIONS ON BRAND LOYALTY OF PRO-ISRAEL PRODUCTS Sugeng Nugroho Hadi; Khadijah Syafira Adyani
Jurnal Ilmu Manajemen (JIMMU) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Manajemen (JIMMU)
Publisher : Magister Manajemen Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jimmu.v10i2.24259

Abstract

AbstractThe boycott action against pro-Israel products is widely voiced by Muslim consumers as a form of concern for Muslims in Gaza, Palestine, who have been unjustly massacred for years, triggering genocide by the Israeli Zionists. This study aims to determine the influence of religiosity and brand loyalty on the action of Muslim boycott decisions against pro-Israel products. From this objective, a research question can be developed, "Does the religiosity and brand loyalty of Muslims affect the decision to boycott pro-Israel products?" With the hope that the decision to boycott pro-Israel product loyalty will have an effect on business (economic) losses for Israel and its allies. This study is a quantitative study with an associative descriptive approach. The sample design used 100 respondents, namely Muslim consumers who have or frequently use pro-Israel products. The sampling technique used is non-probabilty purposive sampling. Data analysis uses multiple linear regression. The results of the study answer the research questions that partially, (i) Religiosity has a significant effect on the decision to boycott; and (ii) Brand Loyalty also has a significant effect on the decision to boycott. Meanwhile, simultaneously, (iii) Religiosity and Brand Loyalty have a significant influence on the decision to boycott pro-Israel products. The multiple regression model is shown by the equation Y = 16.854 + 0.207X1 + 0.248X2 with a determination of 27.7%. This means that the high value of boycotting pro-Israel products indicates that this movement or action is seen as effective for fanatical Muslims. However, the number of Muslims who are less or not fanatical about their beliefs (Islam) is still quite large. So it can be stated that the boycott action is only effective for or when Muslims are fanatical about their teachings (Islam).