Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS BENTUK KETERGANTUNGAN KOTA-KOTA KECIL DI SIKAWAN TERHADAP KOTA PEKANBARU Palensa, Yusri Ihza
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 5 No. 1 (2024): VOLUME 5 NOMOR 1 MARET 2024
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v5i1.8357

Abstract

Kawasan Pekansikawan sebagai kawasan metropolitan terdiri dari Pekanbaru, Siak, Kampar, dan Pelalawan. Pada kawasan Pekansikawan terdapat Kota Pekanbaru sebagai inti dan beberapa kota-kota kecil yaitu Kota Perawang (PKL Kabupaten Siak), Bangkinang (PKW Kabupaten Kampar), dan Kerinci (PKW Kabupaten Pelalawan). Perkembangan kota satelit akan sangat bergantung terhadap kota induknya sehingga ketergantungan kota kecil akan menyebabkan terjadinya perpindahan penduduk dari kota kecil menuju kota besar sehingga akan menimbulkan berbagai permasalahan di wilayah asal dan wilayah tujuan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk ketergantungan kota kecil di Sikawan terhadap kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deduktif kuantitatif dan kualitatif, dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif menggunakan scoring. Hasil penelitian menemukan bahwa bentuk ketergantungan Kota Kecil di Sikawan terhadap Kota Pekanbaru berupa ketergantungan satu arah (Non feedback dependent) terhadap kesehatan tingkat lanjut, pendidikan tinggi, industri konstruksi, dan sektor otomotif di Kota Pekanbaru. Faktor penyebab ketergantungan ini adalah sarana prasarana, semakin lengkap dan baik sarana prasarana kota kecil akan semakin mengurangi ketergantungan kota. Aksesibilitas, semakin dekat jarak dan mudahnya akses kota kecil ke kota besar akan semakin tinggi ketergantungan kota kecil. Kondisi ekonomi, semakin baik kondisi ekonomi kota kecil maka akan semakin mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kota besar. Kata Kunci : Ketergantungan; Metropolitan; Satelit
Analisis Ketergantungan Kota Bangkinang sebagai Kota Kecil terhadap Kota Pekanbaru Sebagai Kota Induk di Kawasan Metropolitan Pekansikawan (Pekanbaru, Siak, Kampar, dan Pelalawan) Palensa, Yusri Ihza; Marsoyo, Agam
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.80046.171-183

Abstract

Kawasan Pekansikawan sebagai kawasan metropolitan terdiri dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Pelalawan. Pada kawasan Pekansikawan, terdapat Kota Pekanbaru sebagai inti dan beberapa kota-kota kecil salah satunya adalah Kota Bangkinang sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) Kabupaten Kampar. Perkembangan kota satelit akan sangat bergantung terhadap kota induknya sehingga ketergantungan kota kecil akan menyebabkan terjadinya perpindahan penduduk dari kota kecil menuju kota besar sehingga akan menimbulkan berbagai permasalahan di wilayah asal dan wilayah tujuan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk serta peringkat ketergantungan masyarakat Kota Bangkinang terhadap Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deduktif kuantitatif dan kualitatif, dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif menggunakan scoring. Hasil penelitian menemukan bahwa bentuk ketergantungan Kota Bangkinang terhadap Kota Pekanbaru berupa ketergantungan satu arah (nonfeedback dependent) terhadap kesehatan tingkat lanjut, pendidikan tinggi, industri konstruksi, dan sektor otomotif di Kota Pekanbaru. Pada fasilitas kesehatan, Kota Bangkinang memiliki peringkat ketergantungan sebesar 18,90% pasien dirujuk ke Pekanbaru. Pada fasilitas pendidikan tinggi, Kota Bangkinang memiliki peringkat ketergantungan sebesar 53% siswa melanjutkan pendidikan tinggi di Pekanbaru. Pada sektor industri dan jasa konstruksi, Kota Bangkinang memiliki peringkat ketergantungan tertinggi dibandingkan wilayah lainnya dengan jumlah pelanggan 65 dalam 1 tahun. Pada sektor otomotif, Kota Bangkinang memiliki jumlah pelanggan sebanyak 59 pelanggan/tahun dan nilai kemandirian 72 tertinggi kedua setelah Perawang dan di atas Kota Kerinci.