AbstractThis study aims to find out how the knowledge of students at SMA Negeri 7 Malang, SMA Taman Harapan Malang, and SMA Brawijaya Smart School Malang about the role and experience of Chinese people in the Indonesian revolution and how the role of teachers in teaching the material. This study used a mixed method with the type of sequential explanatory design and data obtained through questionnaires and interviews. The result obtained from this study is that students' knowledge about the role and experience of Chinese people in the Indonesian revolution is still limited. A total of 83 students from the three schools received less knowledge levels as many as 28 students, 30 students had good knowledge levels, and 30 students had sufficient knowledge levels. The majority of students understanding of the role and experience of Chinese people in the period of the Indonesian revolution was obtained through the Internet, although this knowledge was also obtained from teachers of Indonesian history.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan siswa SMA Negeri 7 Malang, SMA Taman Harapan Malang, dan SMA Brawijaya Smart School Malang tentang peran dan pengalaman orang Tionghoa dalam revolusi Indonesia dan bagaimana peran guru dalam mengajarkan materi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan jenis desain penjelasan berurutan dan data yang diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pengetahuan siswa tentang peran dan pengalaman orang Tionghoa dalam revolusi Indonesia masih terbatas. Sebanyak 83 siswa dari ketiga sekolah tersebut mendapatkan tingkat pengetahuan yang kurang sebanyak 28 siswa, 30 siswa memiliki tingkat pengetahuan yang baik, dan 30 siswa memiliki tingkat pengetahuan yang memadai. Mayoritas pemahaman siswa tentang peran dan pengalaman orang Tionghoa pada periode revolusi Indonesia diperoleh melalui internet, meskipun pengetahuan ini juga diperoleh dari guru-guru sejarah Indonesia.