Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Transformasi kalender Saka (Sūryasiddhānta) menuju kalender Gregorian di Jawa dan Asia Tenggara Supriyanto, Mahathelge Ahmad
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v4i22024p146-155

Abstract

Abstract The purpose of this article is to understand the transformation or change in the use of calendars in the Java and Southeast Asia regions. The year in the Saka calendar itself starts from the coronation day of Maharaja Kanishka I which fell in 78 AD, where that day was then referred to as the 1st day of the 1st month of the 1st year of Saka. The new year in the Saka year usually falls after the first new moon in March in the Gregorian calendar, or after the dead moon (tilem sasih) in the month of Kasanga in the Saka calendar. The Saka calendar originates from India and was adapted by the Javanese people who adhere to the Hindu-Buddhist religion. The Saka year starts from 78 AD, which is considered the year of the accession of Aji Saka, the legendary figure who brought script and civilization to Java. The Saka calendar system consists of 12 months which refers to the lunisolar system, which is a system that combines the rotation of the sun and moon.Abstrak Tujuan dari tulisan ini adalah memahami bagaimana transformasi atau perubahan penggunaan kalender yang berada pada wilayah Jawa dan Asia Tenggara. Tahun dalam kalender Saka sendiri dimulai dari hari penobatan Maharaja Diraja Kanishka I yang jatuh pada tahun 78 Masehi, di mana hari itulah yang kemudian disebut sebagai tanggal 1 bulan 1 tahun 1 Saka. Tahun baru di tahun Saka biasanya akan jatuh setelah bulan baru pertama bulan Maret kalender Masehi, atau setelah bulan mati (tilem sasih) bulan Kasanga kalender Saka. Kalender Saka berasal dari India dan diadaptasi oleh masyarakat Jawa yang menganut agama Hindu-Budha.  Tahun Saka dimulai dari tahun 78 Masehi, yang dianggap sebagai tahun naik tahtanya Aji Saka, tokoh legendaris yang membawa aksara dan peradaban ke Jawa. Sistem kalender Saka terdiri dari 12 bulan yang merujuk pada sistem lunisolar, yaitu sistem yang menggabungkan perputaran matahari dan bulan.
SEJARAH BANGUNAN SHOWROOM FUCHS & RENS YOGYAKARTA ABAD XX-XXI MASEHI Supriyanto, Mahathelge Ahmad
Historia Vol. 8 No. 1 (2025): Kewilayahan dan Kebudayaan
Publisher : History Department, Faculty of Humanities, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The beginning of the 20th century was a period of development of automobile transportation in the Dutch East Indies. The presence of cars in the Dutch Indies was the result of the efforts of car importers. On Jalan Pangeran Mangkubumi Yogyakarta, there is a colonial style building which is currently a souvenir shop. Initially the building was a showroom for the Fuchs & Rens company. This building needs to be researched because there is no study regarding this colonial building, so discussion regarding this colonial building is very important to find out detailed information regarding this building. The research methods were literature study, observation, architectural analysis, stylistic analysis and then continued with morphological analysis to obtain research results. In this research, we found that the colonial building, about which no information is known, was a branch of the Fuchs & Rens showroom. Apart from that, the extensive transformation of the Fuchs & Rens building was also found in this research
Mobil Listrik dalam Perkembangan Industri Taksi di Jawa Awal Abad XX Supriyanto, Mahathelge Ahmad
Lembaran Sejarah Vol 21, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/lembaran-sejarah.104553

Abstract

Penelitian ini membahas tentang adanya mobil listrik dalam perkembangan industri taksi di wilayah Jawa. Hasil penelitian ini menunjukan jika terdapat pengaruh dari kebijakan politik liberal dan berkembangnya komoditas mobil di Jawa yakni munculnya industri jasa taksi. Selama perkembangan industri taksi yang dimulai dari tahun 1910, terdapat beberapa armada taksi di Jawa yang menggunakan mobil listrik untuk mobilitas bisnisnya. Penggunaan mobil listrik tersebut merupakan pengaruh dari Eropa dan Amerika yang sudah lebih dahulu menggunakan alat transpotasi tersebut untuk industri taksi. Selama perkembangan mobil listrik di Amerika, perempuan lebih dominan memiliki kendaraan ini, hal tersebut kemudian memiliki pengaruh kepada desain-desain mobil di masa berikutnya, sementara itu dalam perkembangannya di Jawa, taksi dengan armada mobil listrik tidak terlalu diminati, hal tersebut dikarenakan masalah baterai yang boros, meskipun demikian industri taksi terus berkembang di kota-kota besar seperti Batavia, Semarang dan Surabaya.