Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Prevalensi Kelelahan Mata pada Tenaga Medis di Lingkungan Rumah Sakit: Studi Kasus: RS Ibnu Sina Makassar Andita, M Rio
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 2 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 2, Mei - Agustus Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i2.4688

Abstract

Kelelahan mata (asthenopia) adalah masalah kesehatan yang semakin umum terjadi di kalangan tenaga medis, terutama di era digital yang menuntut penggunaan perangkat layar dalam pekerjaan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi kelelahan mata di kalangan tenaga medis di RS Ibnu Sina Makassar dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan total 183 responden yang terdiri dari dokter, perawat, dan staf administrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi tertinggi kejadian kelelahan mata paling banyak dialami pada usia <45 tahun (76,05%), jenis kelamin perempuan (67,69%), dan lama kerja >3 tahun (67,27%), dan diperoleh hasil signifikan yang menunjukkan adanya hubungan era tantara jenis kelamin dan lama kerja dengan p-value 0,02 dan 0,003 (p<0,05). Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kelelahan mata meliputi durasi paparan layar yang lebih dari 4 jam per hari, kondisi pencahayaan yang tidak memadai, dan shift kerja >8 jam. Selain itu, kelelahan mata berdampak signifikan pada penurunan produktivitas dan kualitas kerja tenaga medis. Eye fatigue (asthenopia) is an increasingly common health problem among medical personnel, especially in the digital era that requires the use of screen devices in daily work. This study aims to identify the prevalence of eye fatigue among medical personnel at Ibnu Sina Hospital Makassar and analyze the factors that influence it. This study used a cross-sectional method with a total of 183 respondents consisting of doctors, nurses, and administrative staff. The results showed that the highest prevalence of eye fatigue was most often experienced by those aged <45 years (76.05%), female gender (67.69%), and length of service >3 years (67.27%), and significant results were obtained indicating a relationship between gender and length of service with p-values of 0.02 and 0.003 (p <0.05). Factors that contribute to eye fatigue include screen exposure duration of more than 4 hours per day, inadequate lighting conditions, and work shifts >8 hours. In addition, eye fatigue has a significant impact on decreasing the productivity and quality of work of medical personnel.