Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KELEMBAGAAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN JOMBANG Yunus, Dedi; Rahman, Amni Zarkasyi; Hanani, Retna
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 2: April 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i2.43567

Abstract

Pengelolaan sampah di Kabupaten Jombang yang masih belum dilakukan secara optimal menjadi latar belakang penelitian ini. Masalah yang muncul mengenai mekanisme pengelolaan sampah, mulai dari pengurangan, penanganan, pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, penyelenggaraan kelembagaan, dan pelaksanaan pemrosesan akhir yang belum dapat dilakukan secara optimal. Tujuan penelitian ini untuk memahami tinjauan kelembagaan pengelolaan sampah di Kabupaten Jombang. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan bersumber dari data primer dan sekunder. Hasil penelitian menjelaskan mengenai beberapa hal. Pertama, kepemimpinan dalam kelembagaan pengelolaan sampah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup. Konteks visi misi dan tujuan didasarkan pada keselarasan dengan Pemerintah Kabupaten Jombang. Selaku leading sector utama dari Dinas Lingkungan Hidup dan hubungan kerjasama kelembagaan dilakukan dengan berkoordinasi kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sampah, Bank Sampah, Pasukan Kuning, dan OPD terkait. Kedua, strategi berpedoman pada Renstra Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang tahun 2018-2023. Kegiatan pengembangan lembaga/pegawai masih belum dilakukan secara jelas dan periodik. Ketiga, komunikasi pihak komunikator dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup. Penyampaian pesan kepada internal pegawai DLH dilakukan melalui langsung atau tidak langsung. Media sosial yang dipergunakan mulai dari Instagram, Website, dan Houtline SIAPS. Impact dalam komunikasi yang dilakukan secara implementasi sudah tepat. Keempat, norma formal berpedoman pada regulasi pemerintah, Perda No. 3 Tahun 2019, Perbup Nomor 56 Tahun 2022, Perbup Nomor 52 Tahun 2019, Perda Nomor 13 Tahun 2023. Sedangkan, norma informal mengenai SOP, SPK, himabuan, komitmen, dan kepercayaan. Kelima, sumber daya kelembagaan, pendanaan bersumber dari APBN, APBD, CSR, dan pendanaan lainnya yang sah. Sumber daya aparatur masing-masing lembaga sudah dilakukan dengan baik. Msnajerial kinerja didasarkan pada Surat Perjanjian Kerja yang dilakukan.
Kegiatan Zero Waste School melalui pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos dan Vertical Garden di SDN Meat Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara Nasrullah, Ihzra Firman; Yunus, Dedi; Al Farobi, Akbar Bima
Altifani Journal: International Journal of Community Engagement Vol. 6 No. 1 (2026): Altifani Journal: International Journal of Community Engagement
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/altifani.v6i1.1825

Abstract

The increase in waste volume remains a global environmental issue influenced by population growth, societal consumption patterns, and low awareness of waste management, including within primary school environments—a sector that plays a key role in instilling environmental awareness from an early age. This community service initiative aims to implement the Zero Waste School concept through training in compost production and vertical gardening at SDN Meat, Toba Regency, North Sumatra Province. The activity was carried out on 25–26 August 2025, involving 30 pupils using an educational-participatory approach comprising three stages: problem identification and environmental education; practical training in compost making and vertical gardening; and evaluation and monitoring of the activity’s outcomes. The results of the activity demonstrated four key achievements: (1) An increase in students’ knowledge regarding the management of organic and inorganic waste, as measured by an increase in pre-test to post-test scores. (2) An improvement in environmental attitudes and awareness, marked by 10–15 students who began collecting waste from home independently. (3) A positive impact on the school’s environmental aesthetics through the installation of vertical gardens in front of and beside the classrooms. (4) The school’s commitment to continuing the programme sustainably through a regular composting schedule, maintenance of the vertical garden, and the establishment of a waste bank. This activity demonstrates that a hands-on approach is effective in fostering environmentally friendly behaviour and supports the realisation of a Zero Waste School culture at primary school level.