Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan penyebaran dan perlawanan kelompok Samin terhadap pemerintah kolonial Belanda di kecamatan Jiwan dan Balerejo kabupaten Madiun. Perlawanan yang dilakukan oleh kelompok Samin menarik untuk dikaji karena perlawanan tersebut tanpa menggunakan kekerasan sama sekali, melainkan dengan sikap keseharian kaum Samin yang ditunjukkan dalam merespons kebijakan kolonial Belanda. Penelitian pada Gerakan Samin ini merupakan penelitian kualitatif berbasis sejarah sosial dengan menggunakan pendekatan sosiologis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah (heuristik, kritik sumber, interpretasi, historiografi) dengan jenis penelitian library research. Sumber data diperoleh dari beberapa literatur buku, jurnal, hasil penelitian, dan lain sebagainya yang memiliki kemiripan dengan objek penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat penyebaran Gerakan Samin yang ada di Madiun beserta perlawanannya pada kolonial Belanda dan juga respons masyarakat Samin atas modernisasi yang dibawa oleh pemerintah kolonial. Temuan dalam penelitian ini diantaranya pertama, ajaran Samin di Madiun dibawa oleh Wongsorejo, salah seorang murid Samin Surosentiko di Blora, Jawa Tengah. Kedua, perlawanan yang dilakukan oleh kelompok Samin di Madiun hampir sama dengan perlawanan yang dilakukan di daerah Blora dengan menolak untuk membayar pajak serta membangkang pada kebijakan-kebijakan pemerintah kolonial. Ketiga, kaum Samin tidak serta merta menutup diri dari modernisasi yang dibuktikan penggunaan pembajak sawah modern dan pupuk kimia pada sawah mereka.