Wibowo, Firmanul C.
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN E-LEARNING BERBASIS PBL BERBANTUAN GOOGLE SITES PADA KONSEP PEMANASAN GLOBAL Latudarra, Amalya; Wibowo, Firmanul C.; Nasbey, Hadi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol. 12 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/03.1201.PF08

Abstract

Abstrak Perkembangan pesat Teknologi, informasi dan komunikasi yang terjadi pada abad ke-21, telah mengubah pola kehidupan masyrakat secara signifikan. Para siswa dan guru memanfaatkan era ini untuk membantu mereka dalam belajar dan mengerjakan tugas. Studi pendahuluan telah dilakukan dengan menyebar google form ke siswa SMA, sebanyak 78,6% siswa menyatakan bahwa mereka lebih sering menggunakan internet sebagai sumber belajar. Pada era digitalisasi ini, E-Learning merupakan salah satu media krusial yang membantu jalannya proses pembelajaran. Pemecahan masalah terus menjadi isu yang krusial terutama dalam bidang pendidikan pada abad ke-21. Siswa harus mulai terbiasa dengan penalaran ilmiah dan pemecahan masalah, kedua hal tersebut telah diakui sebagai fitur dalam literasi sains karena meningkatnya masalah lingkungan dan teknologi dalam pendidikan sains. Berdasarkan hal itu, Penelitian ini dirancang menggunakan model ADDIE dengan tujuan untuk mengembangkan E-Learning berbasis problem based learning (PBL) pada konsep pemanasan global sebagai media yang valid untuk digunakan sebagai bahan ajar. Validasi media telah dilakukan kepada ahli dan didapatkan hasil rata-rata total sebesar 88% artinya media termasuk kategori sangat valid untuk digunakan sebagai bahan ajar. Kata-kata Kunci: E-Learning, PBL, Pemanasan Global. Abstract Development of technology, information and communication in the 21st century has significantly changed the habit of community life. Students and teachers use this opportunity to help them do their studies and assignments. Preliminary studies have been carried out by distributing Google forms to high school students, 78.6% of students stated that they more often use the internet as learning resources. This era of digitalization, E-Learning is one of the crucial media that helps learning process. In the 21st century, problem solving becoming crucial issue, especially in education field. Students should become familiar with scientific reasoning and problem solving, both of them have been recognized as features of scientific literacy due to the environmental and technological issues in science education. Based on that, this study is being designed using the ADDIE model with the aim of developing PBL-based E-Learning of global warming as valid media to be used as teaching material. Media validation has been carried out to experts and obtained average total result is 88% meaning that the media is in a very valid category to be used as teaching material. Keywords: E-learning, PBL, Global Warming.
PENERAPAN E-PROJECTS BERBANTUAN NANO LEARNING PHYSICS UNTUK MENINGKATKAN PROBLEM SOLVING SKILLS PADA KONSEP ENERGI ALTERNATIF Amalia, Debbie Puspa; Wibowo, Firmanul C.; Nasbey, Hadi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol. 12 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/03.1201.PF26

Abstract

Abstrak Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad ke-21 menuntut masyarakat dunia untuk memiliki keterampilan proses sains dan keterampilan kognitif tingkat tinggi. Studi dari Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) tahun 2015 menunjukkan bahwa Indonesia berada pada urutan ke-46 dari 51 negara dengan skor rata-rata 397. Artinya, nilai sains siswa Indonesia berada pada level yang sangat rendah. Pada abad ini, pembelajaran sains membutuhkan model pembelajaran yang lebih efisien, yaitu pembelajaran berbasis e-project. Dengan model pembelajaran ini, peserta didik berperan aktif dalam menggunakan pengetahuan dan keterampilan ilmiah. Keterampilan pemecahan masalah terus menjadi kapabilitas utama dalam menghadapi pembelajaran sains di abad 21. Dalam mengembangkan keterampilan ini, peserta didik harus mempunyai pemikiran analitis dan pemikiran kritis agar bisa memecahkan suatu masalah. Berdasarkan hal itu, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain The Nonequivalent Control Group Design. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti penerapan e-projects berbantuan nano learning physics pada konsep energi alternatif sebagai model pembelajaran efektif yang dapat membantu meningkatkan problem solving skills pada peserta didik. Penelitian yang dilakukan masih dalam proses dan terus berlanjut. Kata-kata kunci: E-projects, Keterampilan pemecahan masalah, Pembelajaran sains abad 21. Abstract Advances in science and technology in the 21st century require the world community to have high-level scientific process skills and cognitive skills. A study from the 2015 Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) shows that Indonesia ranks 46th out of 51 countries with an average score of 397. This means that Indonesian students science scores are at a very low level. In this century, science learning requires a more efficient learning model, namely e-project based learning. With this learning model, students play an active role in using scientific knowledge and skills. Problem solving skills continue to be the main capability in dealing with science learning in the 21st century. In developing these skills, students must have analytical thinking and critical thinking in order to be able to solve a problem. Based on that, the method used in this research is quasi-experimental with The Nonequivalent Control Group Design. This study aims to examine the application of e-projects assisted by nano learning physics on the concept of alternative energy as an effective learning model that can help improve problem solving skills in students. Research conducted is still in process and continues. Keywords: E-projects, Problem solving skills, 21st century science learning.
INTERACTIVE DIGITAL MODUL PHYSICS (IDMP) BERBASIS INQUIRY PADA KONSEP ENERGI ALTERNATIF Zain, Al Kautsar; Wibowo, Firmanul C.; Nasbey, Hadi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol. 12 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/03.1201.PF27

Abstract

Abstrak Penerapan teknologi informasi dalam media pembelajaran dengan maksud untuk meningkatkan kompetensi peserta didik terhadap pembelajaran dengan keterampilan abad 21 dimana mengubah paradigma teaching menjadi paradigma learning, artinya pembelajaran berpusat pada peserta didik dan guru sebagai fasilitator. Salah satu media pembelajaran yang bisa dipadukan menjadi satu antara model pembelajaran, bahan ajar, dan pemanfaatan teknologi komputer, yaitu modul digital. Pengembangan modul digital dijadikan sebagai sarana dalam mengatasi permasalahan pembelajaran dengan perkembangan teknologi. Studi pendahuluan yang telah dilakukan ke sejumlah siswa SMA, sebanyak 59,4% peserta didik mengalami kesulitan memahami materi energi alternatif melalui bahan ajar dan model pembelajaran yang diterapkan guru serta 65,6% peserta didik membutuhkan modul dalam memahami suatu materi lewat internet. Ada beberapa model pembelajaran berbasis inkuiri, penggunaan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa dan sangat efektif untuk diterapkan pada pembelajaran fisika untuk merancang modul digital dalam pembelajaran energi alternatif. Penelitian ini dirancang menggunakan metode penelitian R&D dengan model ADDIE dan bertujuan untuk menghasilkan perangkat digital modul berbasis inquiry materi energi alternatif dan penerapan pada peserta didik SMA kelas X sebagai media yang valid, praktis, efektif, dan dapat diterapkan dalam pembelajaran fisika. Penelitian yang dilakukan masih dalam proses dan terus berlanjut. Kata-kata kunci: interactive, digital, modul, inkuiri, energi alternatif. Abstract The application of information technology in learning media with the aim of increasing student competence in learning with 21st century skills which changes the teaching paradigm to a learning paradigm, meaning that learning is centered on students and the teacher as a facilitator. One of the learning media that can be integrated into one learning model, teaching materials, and the use of computer technology, namely digital modules. The development of digital modules is used as a means of overcoming learning problems with technological developments. Preliminary studies that have been conducted on a number of high school students, as many as 59.4% of students have difficulty understanding alternative energy material through teaching materials and learning models applied by teachers and 65.6% of students need modules to understand material via the internet. There are several inquiry-based learning models, the use of inquiry learning models can improve students' mastery of concepts and is very effective to apply to physics learning to design digital modules in alternative energy learning. This study was designed using the R&D research method with the ADDIE model and aims to produce a digital module based on inquiry on alternative energy material and its application to class X high school students as a valid, practical, effective, and applicable medium in learning physics. Research conducted is still in process and continues. Keywords: interactive, digital, modul, inquiry alternative energy.