Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN OBAT ANTI-KOLESTEROL DAN “DAGUSIBU” DI MASJID NURUL HUDA IMAM MALIK, KADIPIRO, BANJARSARI, SURAKARTA Fortuna, Tista Ayu; Saputri, Gafrila Fani Eka; Nikita, Aulia Bea; Prabowo, Alifia Istiqomah; Utami , Anita Dwi; Adedhea, Marchita; Riskiana, Shafira Yuni; Syahidah, Shofia Rif'atusy; Utari, Berlian; Azzah, Millenia Syafirah Yunita; Faghfirlie, Faghfirlie; Sulistyani, Sulistyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 2. No. 1, Maret 2022
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.045 KB) | DOI: 10.23917/jpmmedika.v2i1.460

Abstract

ABSTRAK Kolesterol merupakan lemak yang terdapat di dalam aliran darah atau sel tubuh. Kadar kolesterol normal berada dibawah nilai 200 mg/dl, apabila kadarnya melebihi 240 mg/dl maka dapat meningkatkan resiko penyakit Kardiovaskuler. Pada era saat ini, selain menggunakan obat-obatan dengan resep seperti obat anti-kolesterol, masyarakat juga dapat melakukan pengobatan sendiri (swamedikasi). Kesalahan penggunaan obat dan terapi yang tidak rasional menjadi salah satu hal yang dapat terjadi apabila pasien tidak dibekali dengan pengetahuan yang memadai mengenai pengobatan. Tujuan dari penyuluhan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai obat – obat anti-kolesterol dan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang). Kegiatan ini diikuti oleh 42 perempuan lansia yang berasal dari sekitar daerah tersebut. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan tanya jawab. Evaluasi hasil kegiatan diukur dengan menggunakan hasil kuesioner sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan (pre -  test dan post - test). Dari hasil analisis didapatkan nilai rata-rata pretest sebesar 79,05 dan post-test sebesar 90,95. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dan didapatkan nilai p 0,01 (<0,05) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan masyarakat sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan sehingga dapat dikatakan penyuluhan ini efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat.   ABSTRACT Cholesterol is the fat found in the bloodstream or body cells. Normal cholesterol levels are below the value of 200 mg/dl, if the levels exceed 240 mg/dl it can increase the risk of cardiovascular disease. In this era, apart from using prescription drugs such as anti-cholesterol drugs, people could also take self-medication. Misuse of drugs and irrational therapy could happen if the patient is not equipped with adequate knowledge about treatment. The purpose of this outreach is to increase public knowledge about anti-cholesterol drugs and DAGUSIBU. This activity was attended by 42 elderly women from around the area. The method used is counseling, question and answer. Evaluation of activity results was measured using the results of questionnaires before and after counseling (pre-test and post-test). From the results of the analysis, the average value of the pre-test was 79.05 and the post-test was 90.95. The data were analyzed by using the Wilcoxon Signed Ranks Test and obtained p value of 0.01 (<0.05). In conclusion, there is a significant difference between public knowledge before and after counseling is carried out. Therefore, it could be said that counseling is effective at increasing public knowledge.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN DAN BATANG KEMANGI (Ocimum basilicum) SERTA FRAKSI AKTIFNYA TERHADAP Staphylococcus epidermidis Utari, Berlian; Munawaroh, Rima
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i1.141

Abstract

Jerawat merupakan penyakit kulit yang secara keseluruhan banyak dijumpai di usia remaja dan dewasa muda dan memiliki kejadian dengan perkiraan 75% pada remaja di dunia dan hampir 80% dari semua kalangan pernah menderita penyakit ini. Beberapa penyebab jerawat yaitu peningkatan produksi sebum dan inflamasi akibat Staphylococcus epidermidis. Penyakit ini dapat diatasi salah satunya menggunakan kemangi karena penelitian sebelumnya menemukan ekstrak etanol 96% herba kemangi mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol/tannin, saponin dan steroid/triterpenoid. Penelitian ini bertujuan membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi dari daun dan batang kemangi (Ocimum basilicum) terhadap Staphylococcus epidermidis. Daun dan batang kemangi diekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 96%, ekstrak yang aktif antibakterinya kemudian difraksinasi menggunakan metode partisi cair-cair menjadi fraksi n-heksan, etil asetat dan air. Metode uji aktivitas antibakteri yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode difusi sumuran dan KLT-bioautografi. Hasil berdasarkan penelitian ini yaitu ekstrak daun kemangi memiliki diameter zona hambat sebesar 18,67 ± 0,29 mm pada loading ekstrak 25 mg/sumuran dan 17,83 ± 0,29 mm pada loading ekstrak 12,5 mg/sumuran sedangkan ekstrak batang kemangi tidak memiliki aktivitas antibakteri. Fraksi air merupakan fraksi aktif dari ekstrak etanol daun kemangi dengan diameter zona hambat 17 ± 0,5 mm pada loading fraksi 25 mg/sumuran. Hasil KLT-bioautografi dari fraksi air ekstrak etanol 96% daun kemangi yaitu terdapat zona hambat pada semua hasil elusi fraksi pada kromatogram meliputi Rf 0,14; 0,16; 0,2; 0,26; 0,3 dan 0,4 yang pada analisis KLT menunjukkan kandungan senyawa flavonoid, tannin, alkaloid, saponin.