Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA NON KESEHATAN TENTANG BIJAK PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TERHADAP RISIKO TERJADINYA RESISTENSI: Level Of Knowledge Of Non-Health Students About Wise Use Of Antibiotics On The Risk Of Resistance Kartika, Puspita Nindya; Arifin, Clarisa Ivana Putri; Fajriyah, Wulida Nuril; Yuhdi, Putri Aeni; Kurniawan, Dedy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 3. No. 2, September 2023
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v3i2.472

Abstract

ABSTRAK Tiga puluh tahun mendatang diperkirakan akan terjadi 10 juta kematian akibat resistensi antibiotik dimana 4,7 juta diantaranya merupakan penduduk Asia. Resistensi antibiotik merupakan penurunan sensitivitas antibiotik terhadap bakteri. Sekitar 80% penyebab resistensi antibiotik berasal dari penggunaan Antibiotic Growth Promoter (AGP) pada hewan, sedangkan 20% penyebab dari resistensi antibiotik berasal dari pemakaian antibiotik yang tidak tepat pada manusia. Tujuan dari kegiatan webinar ini adalah untuk memberikan edukasi serta melihat bagaimana tingkat pengetahuan mahasiswa non kesehatan tentang penggunaan antibiotik yang baik dan benar. Parameter keberhasilan dari webinar dilihat pada hasil pre-test yang diberikan sebelum kegiatan webinar dan hasil post-test yang diberikan setelah kegiatan webinar. Masing-masing pre-test dan post-test terdiri dari 5 pertanyaan yang sama dan diberikan dalam bentuk google form. Hasil memperlihatkan rata-rata nilai pre-test sebesar 68,57% dan rata-rata nilai post-test sebesar 85,71%. Berdasarkan uji statistik Wilcoxon didapatkan nilai p-value sebesar 0,001 yang berarti terdapat perbedaan antara nilai pre-test dan nilai post-test. Dapat disimpulkan bahwa dengan mengikuti webinar ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta webinar mengenai penggunaan antibiotik dengan bijak.   ABSTRACT In the next thirty years, it is estimated that there will be 10 million deaths due to antibiotic resistance, of which 4.7 million are Asians. Antibiotic resistance is a decrease in antibiotic sensitivity to bacteria. About 80% of the causes of antibiotic resistance come from the use of Antibiotic Growth Promoter (AGP) in animals, while 20% of the causes of antibiotic resistance come from the inappropriate use of antibiotics in humans. The purpose of this webinar activity is to educate and see how the level of knowledge of non-health students about the proper and correct use of antibiotics. The parameters of the success of the webinar are seen in the results of the pre-test given before the webinar activity and the post-test results given after the webinar activity. Each pre-test and post-test consists of the same 5 questions and is given in the form of a google form. The results showed that the average pre-test score was 67.7% and the post-test average was 81.18%. Based on the Wilcoxon statistical test, p-value of 0.001 was obtained, which means that there is a difference between the pre-test and post-test values. It can be concluded that participating in this webinar can increase the knowledge of webinar participants about the wise use of antibiotics.
LITERATURE REVIEW : EFEKTIVITAS BERAS MERAH (Oryza nivara) DALAM MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS DIABETES Yuhdi, Putri Aeni; Fadhillah, Arini
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.123

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia karena kelainan kerja insulin, sekresi insulin atau kedua hal tersebut. Menurut Riskesdas, prevalensi diabetes melitus tahun 2013 sampai 2018 meningkat dari 6,9% menjadi 8,5% berdasarkan pengukuran kadar glukosa darah. Salah satu faktor risiko dari penyakit diabetes melitus khususnya tipe 2 disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat terutama pola makan. Salah satu komponen makanan yang baik untuk dikonsumsi pasien diabetes mellitus adalah serat. Beras merah merupakan karbohidrat dengan kandungan serat yang tinggi. Pemberian beras merah dapat menurunkan kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus. Literatur review ini disusun dengan melakukan pencarian artikel pada database Google Scholar menggunakan kata kunci untuk pencarian artikel bahasa Indonesia yaitu “beras merah” DAN “antidiabetes” DAN “tikus” ditampilkan artikel sebanyak 301 artikel, sedangkan pencarian artikel dengan kata kunci “red rice” AND “antidiabetic” AND “rat” ditampilkan artikel sebanyak 224 artikel. Kriteria inklusi pada literature review ini yaitu rentang tahun publikasi artikel 2011-2021 yang membahas uji in vivo tikus dengan aktivitas penurunan kadar glukosa darah berbagai sediaan beras merah dan artikel tersebut free full text. Setelah dilakukan skrining, didapatkan 8 artikel. Hasil analisis didapatkan bahwa beras merah dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes dengan berbagai bentuk seperti kecambah, ekstrak etanol, dan pelet beras merah. Kandungan beras merah yang bermanfaat sebagai antidiabetes diantaranya serat, flavonoid (antosianin), γ-oryzanol, protein, dan amilosa.