Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Resiko Nyeri Muskuloskeletal Akibat Masalah Ergonomis Pada Dokter Yang Bekerja di Instalasi Ruang Operasi ilma, fatihatul; Hartono, Faigah Diva; Madinah, Fatihatul Ilma Min Aqshal; Yusmar, Muhammad Raffy; Prastama, Tio Fernanda Surya
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 4 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v4i3.185

Abstract

Penyakit akibat kerja adalah penyakit akibat paparan faktor risiko yang timbul dari aktivitas kerja yang menurut World Health Organization (WHO) diperkirakan terjadi sekitar 120 juta kecelakaan kerja dengan 200.000 kematian dan setiap tahunnya di seluruh dunia diperkirakan ada 68-157 juta kasus baru karena PAK. Prevalensi lebih dari 80% kejadian gangguan muskuloskeletal telah dilaporkan di kalangan fisioterapis, tukang pijat, perawat, bidan, dokter gigi dan ahli bedah. Tingginya angka kejadian ini berhubungan langsung dengan praktik kerja yang memerlukan tugas bervariasi dan beban fisik yang tinggi, sejumlah penelitian telah menyoroti penggunaan postur buruk terjadi secara berulang yang seringkali bersifat statis, khususnya di kalangan ahli bedah dan fisioterapis. Penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka sistematis (systematic review) dari beberapa sumber jurnal yang diperoleh melalui beberapa mesin pencari, yaitu cochrane dan pubmed. Hasil dari tinjauan pustaka sistematis yang menyebabkan terjadinya nyeri muskoloskeletal pada dokter yang bekerja pada instalasi bedah posisi kerja yang kurang ergonomis, jam kerja yang berlebihan dan penggunaan APD.
Selective Laser Trabeculoplasty as First-Line Treatment in Primary Open Angle Glaucoma: A Meta-Analysis Rifa'i, Alfiani Zukhruful Fitri; Hartono, Faigah Diva; Fazarrahmah
Oftalmologi : Jurnal Kesehatan Mata Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Oftalmologi: Jurnal Kesehatan Mata Indonesia
Publisher : Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/ojkmi.v7i2.87

Abstract

Introduction: For primary open-angle glaucoma (POAG), selective laser trabeculoplasty (SLT) is a non-invasive therapeutic approach that provides an alternative to conventional operations and medications. The effectiveness and safety profile of SLT as a primary treatment for newly diagnosed POAG were evaluated by a meta-analysis. Methods: A systematic review and meta-analysis were performed using databases including PubMed, ScienceDirect, ProQuest, and Scopus from inception to March 2025, adhering to Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. Analyses were executed via Review Manager 5.4.1. Subgroup analyses were performed on SLT compared with medical therapy and categorized SLT as initial or adjunctive therapy. Results: Out of twelve qualifying trials, 2.248 patients were combined. In newly diagnosed POAG, the results showed no significant differences in IOP reduction between SLT and topical medications as first line modality (Mean Difference (MD): 0.21, 95% CI 0.81 to 1.83, p=0.69, I2 = 70%); however, initial SLT performed better than adjunctive SLT (MD: 0.57, p=0.05, I2: 37%). Antiglaucoma drug use, glaucoma surgery rates, and ocular side effects were all markedly lower in the SLT group. Conclusion: SLT has the potential to transform glaucoma management due to its enhanced efficacy, minimal adverse effects, reduced medication burden, and cost-effectiveness.