Pengembangan teknologi jaringan sensor nirkabel (WSN) telah memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai aplikasi, termasuk pemantauan lingkungan dan surveilans militer. Namun, masalah ketahanan terhadap gangguan dan kegagalan jalur komunikasi menjadi tantangan utama yang perlu diatasi untuk meningkatkan kehandalan sistem. Penting untuk menjamin jalur komunikasi yang kuat dan efisien, terutama di lingkungan yang dinamis ketika node-node dapat mengalami kegagalan atau koneksi dapat menjadi tidak stabil. Skripsi ini membahas modifikasi algoritma Dijkstra untuk menentukan multi-jalur dengan biaya rendah dalam topologi jaringan. Modifikasi pada algoritma Dijkstra memungkinkan pencarian jalur komunikasi sekunder setelah jalur utama terbentuk, dengan mempertimbangkan node yang terlibat dalam jalur utama. Metode ini diimplementasikan dan dievaluasi dalam berbagai skenario topologi WSN, termasuk distribusi acak, segitiga, dan persegi, untuk mengukur efisiensi dan keandalan jaringan. Hasil simulasi pada single-path dan multi-path Hasil eksperimen menunjukkan rata-rata panjang jalur utama sekitar 4.35 untuk metode segitiga dan 4.91 untuk metode persegi, sementara rata-rata panjang jalur sekunder mencapai 5.05 dan 6.25. Biaya komunikasi total untuk metode segitiga dalam penelitian ini adalah sebesar 469.68, sedangkan untuk metode persegi mencapai 556.99, menunjukkan efisiensi yang lebih baik dalam penggunaan sumber daya dengan menggunakan modifikasi yang diusulkan. Hasil simulasi pada beragam pengujian skenario menunjukkan bahwa metode segitiga dan persegi menggunakan jumlah relai aktif yang lebih besar daripada metode acak untuk menghubungkan seluruh sensor. Namun, metode acak menghasilkan biaya komunikasi total yang lebih rendah. Selain itu, metode segitiga dan persegi cenderung mempertahankan cakupan yang lebih stabil daripada metode acak ketika jumlah relai dan sensor dikurangi. Tabel-tabel evaluasi menunjukkan bahwa dibandingkan dengan metode acak dalam beberapa situasi, metode segitiga dan persegi memiliki keunggulan dalam mempertahankan koneksi sensor dan relai aktif. Namun, metode ini juga memiliki biaya total komunikasi yang lebih tinggi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu menciptakan topologi jaringan sensor nirkabel yang lebih kuat dan efektif untuk menangani tantangan yang ada.