Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Monitoring Suhu, Getaran, Dan Arus Pada Motor Induksi Menggunakan SKF Quick Collect Sensor Di PT. Satya Raya Keramindoindah Sofa Lutfiani Putri; Bayu Dwi Cahyono
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 3 (2024): Maret
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor air fan pada mesin roll kiln merupakan alat yang digunakan untuk proses pendinginan dan pembakaran pada keramik yang akan di produksi. Motor air fan ini sangat penting karena pada prinsipnya pembakaran keramik tidak hanya untuk mencapai suhu kematangannya saja tetapi untuk mengatur kecepatan pembakaran dan juga pendinginan pada keramik. Menggunakan metode observasi dan wawancara di lapangan terhadap semua peralatan khususnya pada motor air fan ini, penelitian ini mendapatkan hasil yaitu produk mendapatkan kualitas yang baik.  Maka dari itu, monitoring pada motor induksi air fan ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui kinerja motor induksi, menjaga motor induksi dari kegagalan, hingga mencegah kerusakan pada motor induksi.  Pemeliharaan pada motor air fan ini semakin mudah dilakukan karena menggunakan alat bernama SKF Quick Collect Sensor yang dapat mengetahui suhu, getaran, hingga arus pada motor air fan.
Edukasi Digital Parenting Islami Bagi Orang Tua: Upaya Manajemen Penggunaan Gadget Anak di Lingkungan Keluarga Muhammadiyah Bayu Dwi Cahyono; Istianah
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi dan Pengabdian
Publisher : Athallah Publishing Globalndo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/bhaktika.v2i1.172

Abstract

The rapid increase in gadget use during the Covid-19 pandemic has had numerous impacts on users, with the most vulnerable target being gadget addiction in children. Childhood is a crucial period for cognitive, motor, and social development. Socialization and mentoring of Islamic digital parenting education for parents as an effort to manage children's gadget use within the Muhammadiyah family environment, especially in Kembaran District, Banyumas Regency, is a concrete effort to overcome uncontrolled gadget addiction in children. This activity aims to provide education and mentoring to parents in assisting children to be able to use gadgets appropriately. The method used in implementing this activity is a participatory approach. Partners will be actively involved in every stage and activity that will be carried out through counseling, discussions, and joint practices. The final results of the author's educational efforts show positive results, including: increased parental understanding of the importance of supervising children's gadget use, increased parental technical skills in using applications for monitoring and controlling children's gadgets, and changes in parental attitudes in responding to children's behavior.
Analisis Program Habituasi Siswa dalam Mewujudkan Visi Sekolah di SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang Ega Maulina Putri; Fina Sopiatul Fatimah; Ummu Laeli Mukarromah; Anisa Yuli Anti; Bayu Dwi Cahyono
Jurnal Harmoni Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Harmoni Pendidikan
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/jhp.v2i1.175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program habituasi siswa dalam mewujudkan visi UTAMA (Unggul, Terampil, Mandiri, dan Berakhlakul Karimah) di SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis tematik untuk menemukan pola dan makna dari pelaksanaan program habituasi di lingkungan sekolah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa program habituasi di SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang dilaksanakan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan melalui berbagai kegiatan pembiasaan, seperti budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun), tadarus Al-Qur’an, doa sebelum dan sesudah pembelajaran, shalat dhuha dan dhuhur berjamaah, serta pembiasaan menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan sekolah. Program-program tersebut berperan dalam membentuk karakter religius, sikap disiplin, tanggung jawab, kemandirian, serta sopan santun peserta didik sebagai implementasi nyata visi UTAMA. Faktor pendukung pelaksanaan program habituasi meliputi komitmen dan keteladanan warga sekolah, budaya sekolah yang religius dan kondusif, serta pemanfaatan sarana prasarana yang tersedia. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan latar belakang peserta didik, rendahnya kesadaran internal sebagian siswa, keterbatasan waktu, serta kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga. Dengan demikian, program habituasi memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi sekolah, namun perlu penguatan pembinaan karakter secara berkelanjutan agar hasil yang dicapai lebih optimal.
Analisis Peran Korps Mubaligh Mubalighah terhadap Peningkatan Karakter Keislaman Siswa di SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang Aisyah Muhana Muthi; Niswa Najibah; Bayu Dwi Cahyono
Journal Review of Islamic and Social Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Journal Review of Islamic and Social Studies
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/riss.v2i1.174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Korps Mubaligh Mubalighah (KMM) dalam membina dan memperkuat nilai-nilai keislaman siswa di SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi lapangan yang mendalam. Data primer dikumpulkan melalui observasi partisipan pada kegiatan KMM sehari-hari serta wawancara mendalam yang melibatkan pengurus KMM, pembina, guru Ismuba, dan siswa dari berbagai tingkat kelas untuk menangkap perspektif beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KMM memiliki peran strategis sebagai mitra sekolah dalam menciptakan budaya religius melalui program-program terstruktur seperti kultum Jumat pagi yang membangun semangat spiritual, kajian keislaman tematik, tadarus Al-Qur’an rutin, keputrian untuk pembinaan perempuan, khitabah setelah shalat Dzuhur, amal Jumat sosial, serta muhadharah internal kompetitif. Program-program tersebut berkontribusi positif terhadap peningkatan kedisiplinan ibadah harian siswa, pemahaman dasar keislaman yang lebih kokoh, kelancaran membaca Al-Qur’an melalui latihan intensif, serta perbaikan akhlak siswa secara bertahap yang terlihat dalam interaksi sosial. Namun demikian, efektivitas program masih menghadapi beberapa kendala utama, antara lain inkonsistensi kedisiplinan pengurus akibat beban tugas ganda, keterbatasan variasi metode dakwah yang masih didominasi ceramah monoton, serta rendahnya partisipasi sebagian siswa karena pengaruh lingkungan eksternal dan kurangnya daya tarik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Korps Mubaligh Mubalighah berperan penting dalam pembinaan keislaman siswa secara holistik, namun perlu penguatan inovasi metode dakwah interaktif seperti gamifikasi, peningkatan konsistensi melalui pelatihan rutin, dan pemanfaatan media digital yang lebih adaptif dengan karakter remaja masa kini agar dampaknya semakin optimal dan berkelanjutan.