Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Narasi Visual Seni Tari Perang Kalimantan Melalui Seni Lukis Aristo, Ryan; Gunawan, Margaretha; Andrian, Steven; Nada, Nabila
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 6 (2024): Juni
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari perang dari Kalimantan memiliki nilai-nilai tradisional, makna estetika, makna historis dan spiritual. Hal ini perlu disampaikan kepada generasi muda melalui visual agar mudah diingat, dan diketahui. Tujuan penelitian penciptaan ini untuk merepresentasikan secara visual tari perang dari Kalimantan menjadi sarana komunikasi antar budaya, dan memperkenalkan elemen-elemen budaya Indonesia kepada generasi muda. Metodenya menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan eksperimen kreatif. Sampelnya adalah karya seni lukis yang dibuat oleh empat perupa dari Bandung. Teknik pengumpulan dilakukan melalui studi literatur, mengidentifikasi data visual, konsep, sketsa artistik, dan pembuatan karya seni lukis. Hasil dari penelitian penciptaan ini adalah empat karya seni lukis tari Kalimantan yang divisualisasikan melalui objek figuratif dengan gerakan yang artistik, komposisi yang menarik, brush stroke yang ekspresif serta perpaduan warna yang kontras yaitu antara warna-warna seperti latar hitam dan objek berwarna oranye. Simpulannya nilai artistik dalam sebuah karya seni lukis dapat merepresentasikan narasi visual tari perang, sehingga dapat menjadi alih pengetahuan bagi generasi muda.
Representasi Kesetaraan Gender dalam Reinterpretasi Tokoh Srikandi pada Media Novel Ilustrasi Gunawan, Margaretha; Aryani, Dewi Isma; Tjandra, Miki
Indonesian Social Science Review Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/issr.v4i1.400

Abstract

This study aims to analyze the representation of gender equality through the reinterpretation of the Srikandi character in an illustrated novel as an effort to reconstruct the meaning of women in a contemporary cultural context. The study uses a Design-Based Research (DBR) approach with qualitative methods supported by descriptive quantitative data. Data were collected through interviews with cultural experts, literature reviews, and questionnaires with 120 respondents aged 11–24 years. The results show that the Srikandi character is represented as an independent, courageous, and agency-based female figure, thus being able to deconstruct traditional gender stereotypes. This reinterpretation also presents the relevance of local cultural values ​​in the modern discourse of gender equality. The questionnaire findings indicate that the majority of respondents are interested in strong female characters and recognize the importance of gender equality issues, although their understanding of cultural symbols is still limited. Illustrated novels as a visual medium have proven to have the potential to be an effective agent of value socialization through an immersive narrative and visual approach. This research contributes to the development of visual communication design as a social practice that is not only aesthetically oriented but also plays a role in shaping community perspectives on gender issues based on local culture. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kesetaraan gender melalui reinterpretasi tokoh Srikandi dalam media novel ilustrasi sebagai upaya konstruksi ulang makna perempuan dalam konteks budaya kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan Design-Based Research (DBR) dengan metode kualitatif yang didukung data kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan ahli budaya, kajian literatur, serta kuesioner terhadap 120 responden berusia 11–24 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Srikandi direpresentasikan sebagai figur perempuan yang mandiri, berani, dan memiliki agensi, sehingga mampu mendekonstruksi stereotip gender tradisional. Reinterpretasi ini juga menghadirkan relevansi nilai budaya lokal dalam wacana kesetaraan gender modern. Temuan kuesioner menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki ketertarikan terhadap karakter perempuan yang kuat dan menyadari pentingnya isu kesetaraan gender, meskipun pemahaman terhadap simbol budaya masih terbatas. Novel ilustrasi sebagai media visual terbukti memiliki potensi sebagai agen sosialisasi nilai yang efektif melalui pendekatan naratif dan visual yang imersif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan desain komunikasi visual sebagai praktik sosial yang tidak hanya berorientasi estetika, tetapi juga berperan dalam membentuk perspektif masyarakat terhadap isu gender berbasis budaya lokal.