Abstract Children have rights that should be fulfilled by their own parents. However, many parents put their children in orphanages for various reasons. The action of placing children in orphanages will diminish the intensity of them spending time with the parents which also directly affects the parents"™ presence and action in terms of fulfilling their obligation to taking care of their children. The case of children being put in orphanages will often lead to a negligence due to parent's failure in fulfilling their obligation as parents.The purpose of this research is to unravel some contributing factors on why some parents failed to fulfill their parental responsibilities toward the children they left at the orphanage. Other than that, this research also aim on finding out the possible law consequences of the addressed problem and the efforts that has been done by the orphanage coordinators as they become the newly rights owner of the said children. This research was conducted using empirical research methods with descriptive qualitative approach"“in which the research carried by field research in the form of direct interviews and gathering informations from written sources of previous research.The result showed that putting non-orphan children to orphanages is a form of child negligence. This due to parents"™ failure in fulfilling their children"™s basic rights. In almost every case where non-orphan children submitted to orphanages by their biological parents mainly due to socioeconomic problems. The parents assumed they couldn"™t raise their children due to poverty, and their children would have better chance in life if they"™re raised in an established institution such as orphanages. On the other hand, the orphanage equipped the children with life skills and also life guidance in order for them potentially have a bright future. Keywords: Responsibility, Parents, Children, Orphanage Abstrak Anak mempunyai hak-hak yang sudah semestinya menjadi kewajiban dari orang tuanya untuk memenuhi hak tersebut. Tapi banyaknya orang tua yang menempatkan anaknya ke Panti Asuhan dengan berbagai alasan. Dengan menitipkan anak ke Panti Asuhan membuat tindakan ini berdampak pada berkurangnya intensitas pertemuan diantara mereka, yang secara langsung juga berdampak terhadap kewajiban orang tua dalam hal mengurus anaknya. Ketika seorang anak ditempatkan di Panti Asuhan, menyebabkan orang tuanya tidak lagi mengurus anak tersebut yang maka tidak terpenuhinya tanggung jawab orang tua terhadap anak.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan faktor penyebab orang tua belum memenuhi tanggung jawab terhadap anak kandungnya yang dititipkan ke Panti Asuhan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memaparkan akibat hukum yang ditimbulkan daripada permasalahan tersebut, serta upaya yang dilakukan oleh pengurus Panti Asuhan yang mana merekalah yang memiliki hak atas anak-anak yang dititipkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris dan sifat penelitian menggunakan sifat penelitian deskriptif kualitatif yaitu suatu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara pengumpulan data dari bahan pustaka dan juga langsung dari sumbernya di lapangan dengan cara wawancara.Berdasarkan hasil penelitian bahwa penyerahan anak yang dilakukan oleh orang tua kepada Panti Asuhan dapat dikatakan sebagai bentuk penelantaran anak, karena hak yang melekat pada anak dan pemenuhannya menjadi tanggung jawab orang tua tidak dapat dipenuhi, orang tua yang menyerahkan anaknya ke Panti Asuhan tidak melaksanakan tanggung jawab kepada anaknya secara penuh. Para orang tua yang menitipkan anaknya adalah orang tua yang tidak mampu dalam hal ekonomi. Mereka tidak mempunyai biaya yang cukup dalam memenuhi kebutuhan anak. Pihak Panti Asuhan membantu orang tua memenuhi tanggung jawabnya yang telah menelantarkan anak dengan memberikan pelayanan, bimbingan, serta keterampilan kepada anak asuh agar menjadi manusia yang berkualitas. Kata kunci: Tanggung jawab, Orang Tua, Anak, Panti Asuhan