This study aims to analyze the integration of sex education materials into Islamic Religious Education (PAI) learning as an effort to prevent sexual deviation in the school environment. This integration is motivated by the increasing number of cases of deviant sexual behavior among adolescents due to a lack of understanding of moral boundaries, religious values, and a lack of comprehensive education regarding reproductive health. The research method used was a literature review and qualitative analysis of various literature related to sex education, PAI learning, and the prevention of deviant behavior in students. The results indicate that sex education synergized with PAI values not only provides biological information but also instills ethical principles, morals, and self-control. The integration of materials such as social etiquette, maintaining honor (hifzh al-'ird), moral responsibility, and an understanding of the dangers of sexual deviation can shape students' awareness and positive behavior. Furthermore, the dialogic, contextual, and character-based approach to PAI learning has proven effective in strengthening students' resilience against negative environmental influences. This study concludes that the integration of sex education material in Islamic Religious Education learning is a relevant and applicable preventive strategy, and is able to create a healthy, safe, and Islamic school environment. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi materi pendidikan seks dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai upaya pencegahan penyimpangan seksual di lingkungan sekolah. Integrasi ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus perilaku seksual menyimpang di kalangan remaja akibat minimnya pemahaman tentang batasan moral, nilai-nilai keagamaan, serta kurangnya edukasi yang komprehensif mengenai kesehatan reproduksi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dan analisis kualitatif terhadap berbagai literatur terkait pendidikan seks, pembelajaran PAI, dan pencegahan perilaku menyimpang pada peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan seks yang disinergikan dengan nilai-nilai PAI tidak hanya memberikan informasi biologis, tetapi juga menanamkan prinsip etika, akhlak, dan kontrol diri. Pengintegrasian materi seperti adab pergaulan, menjaga kehormatan (hifzh al-‘ird), tanggung jawab moral, serta pemahaman tentang bahaya penyimpangan seksual mampu membentuk kesadaran dan perilaku positif siswa. Selain itu, pendekatan pembelajaran PAI yang dialogis, kontekstual, dan berbasis karakter terbukti efektif dalam memperkuat ketahanan diri peserta didik dari pengaruh negatif lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi materi pendidikan seks dalam pembelajaran PAI merupakan strategi preventif yang relevan, aplikatif, dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, serta berkarakter Islami