Ridwan, Ridwan Hidayat
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERJALANAN MISTISISME IBNU `ARABI: MENJUMPAI WAHDAT AL-WUJUD MELALUI TASAWUF FALSAFI Ridwan, Ridwan Hidayat
Bahasa Indonesia Vol 9 No 2 (2023): KHAZANAH SUFISME DAN STUDI AGAMA
Publisher : Program Studi Ilmu Tasawuf IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/spiritualis.v9i2.691

Abstract

Sumber pengetahuan yang didapatkan oleh seorang sufi adalah berdasarkan pengalaman spiritualnya (esoteris). Mistisisme atau pengalaman mistis yang dialami sufi hanya dapat diraih melalui dirinya sendiri yang bersifat pribadi, tidaklah sama pengalaman seorang sufi dengan sufi yang lain. Sebab pengalaman mistis hampir mustahil dikomunikasikan kepada orang. lainArtikel ini ditulis menggunakan penelitian kepustakaan (library research) dalam rangka penggalian data-data yang diperlukan dari sumber-sumber kepustakaan. Sumber pustaka sebagai bahan kajian yang relevan seperti buku teks/terjemah, jurnal, laporan penelitian, tulisan ilmiah dan sumber-sumber pustaka lainnya. dan menggunakan metode penelitian kualitatif. Setelah data terkumpul penulis menggunakan metode deskriptif-analisis dalam rangka untuk menghasilkan kesimpulan yang tepat.Kesatuan wujud yang dikenal dalam tasawuf sebagai "wahdatul wujud" pertama kali diperkenalkan dan didirikan oleh Ibnu `arabi dan tidak diragukan lagi ia adalah pembawanya. Kesatuan wujud ini (al-Haqq dan al-Khalq) dianggap sebagai puncak tertinggi dari konsep (pengalaman) tasawuf. Hal ini berkaitan tentang Tuhan sebagai yang mutlak dalam kaitannya dengan alam semesta, Melalui pemahaman Ibnu `arabi, segala yang tampak ini sebenarnya tidak mempunyai wujud. Kalaupun dikatakan mempunyai wujud, sebenarnya wujud itu hanyalah bayangan, tidak ubahnya seperti orang yang berdiri di depan cermin dan melihat bayangan dirinya ada di dalam cermin tersebut. Wujud. Wujud yang sebenarnya adalah orang yang berdiri di depan cermin. Adanya wujud di dalam cermin bergantung pada wujud orang yang berdiri di depan cermin.