Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ONLINE PARENT-CHILD INTERNET ADDICTION TEST SCREENING & SCORING USING GOOGLE FORM & GOOGLE SHEET Tissa Maharani
International Journal Science and Technology Vol. 3 No. 1 (2024): March: International Journal Science and Technology
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/ijst.v3i1.1447

Abstract

The use of gadgets, which has increased significantly due to technological developments and the post-Covid-19 pandemic, has negative effects that can lead to addiction, both in adults and children. Gadget addiction is characterized by a person's inability to separate from their gadget. Before being declared to have gadget addiction, a test must first be carried out by a psychologist. This test is called PCIAT (Parent-Child Internet Addiction Test), which is based on PIMU (Problematic Interactive Media Use) criteria, and developed based on the Internet Addiction Test that has been widely used in clinical assessment. Currently, the PCIAT is web-based but still in English, while the one that has been translated into Indonesian is still conducted by psychologists manually using paper, which becomes inefficient and ineffective when faced with a large number of people taking the test. This research aims to make PCIAT screening and scoring online using Google Form and Google Sheet, so that it can be easily used by professionals and the public massively at one time, quickly, and reduce the use of paper. The result of this research, the availability of online PCIAT created using Google Form and Google Sheet, which is easy to use massively and faster in obtaining and processing screening data, so that it is faster to provide the analysis needed by psychologists.
ANALYSIS OF PARENT-CHILD INTERNET ADDICTION TEST IN SDIT AL IMAN BINTARA Tissa Maharani
International Journal Science and Technology Vol. 3 No. 3 (2024): November: International Journal Science and Technology
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/ijst.v3i3.1770

Abstract

The development of information and communication technology and the implementation of distance learning during the COVID-19 pandemic have made everyone use gadgets, including children and toddlers. In addition to having a positive impact, of course, there are many negative impacts, one of which is gadget addiction. Gadget addiction can be detected using the PARENT-CHILD INTERNET ADDICTION TEST (PCIAT) developed by Dr. Kimberly Young based on Internet Addiction Test (IAT). The purpose of this research is to detect and analyze the use of gadgets and the internet using PCIAT in SDIT Al Iman Bintara students through respondent, namely their parents, and increase the awareness of parents about the dangers of gadget and internet addiction. The results of this research are, from 516 students, as many as 472 student guardians filled out the PCIAT questionnaire. A total of 288 respondent children (67.4%) showed NO SYMPTOMS of gadget addiction, 124 respondent children (29%) showed MILD symptoms, and 15 respondent children (3.5%) showed moderate symptoms. Cooperation between parents and the school is needed in regulating the use of children's gadgets, and consistency in the implementation of the rules.
PENGGUNAAN MEDIA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI SELAMA PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR Tissa Maharani
Jurnal Kiprah Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Kiprah Pendidikan | Juli 2022
Publisher : Program Studi Pendididikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/kpd.v1i3.66

Abstract

Selama pandemi COVID 19, sistem pendidikan di Indonesia berubah. Perubahan ini di ukung Surat Edaran dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengenai perubahan sistem pembelajaran tatap muka di kelas menjadi pembelajaran jarak jauh atau daring yang diberlakukan untuk semua tingkat pendidikan, termasuk sekolah dasar. Pembelajaran jarak jauh ini menuntut guru dan siswa memahami, menggunakan dan memanfaatkan media teknologi informasi dan komunikasi semaksimal mungkin agar dapat bertemu di dunia maya dan melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan media teknologi informasi dan komunikasi yang digunakan selama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di kelas rendah sekolah dasar. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Data yang digunakan adalah data sekunder yang dikumpulkan dari artikel, jurnal dan buku. Kriteria yang dipilih yaitu mengenai penggunaan dan pemanfaatan media teknologi informasi dan komunikasi di kelas rendah sekolah dasar selama pembelajaran jarak jauh atau daring. Dari beberapa sumber yang didapatkan, kemudian dipilih yang paling relevan dan diperoleh 9 artikel. Hasil penelitian studi pustaka ini adalah media teknologi informasi dan komunikasi yang digunakan selama pembelajaran daring di kelas rendah di beberapa sekolah dasar adalah WhatsApp, YouTube, Zoom Meeting, dan audio visual (animasi).
Peningkatan Pengetahuan dan Kesiapan Kader Melalui Sosialisasi Digitalisasi Bank Sampah di Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor Lestari Octavia; Sri Hayuningsih; Sri Hermawati; Erma Triawati Christina; Dody Pernadi; Hernama; Arimbi Kurniasari; Tissa Maharani; Fitrianingsih
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Darma Saskara Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/abdimasug.2026.v6i1.295

Abstract

Pengelolaan bank sampah di tingkat desa masih menghadapi kendala berupa pencatatan manual, keterbatasan literasi digital, serta rendahnya efisiensi dalam pelaporan kegiatan. Kondisi tersebut juga ditemukan pada unit-unit bank sampah di Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, yang telah menjalankan kegiatan pemilahan dan penimbangan sampah secara rutin tetapi belum didukung sistem administrasi digital yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada sosialisasi digitalisasi bank sampah sebagai tahap awal penguatan kapasitas mitra sebelum implementasi teknologi dilakukan secara penuh. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan kader mengenai pemilahan sampah, dampak pengelolaan sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, serta memperkenalkan rancangan aplikasi bank sampah digital sebagai solusi atas permasalahan pencatatan dan pelaporan. Metode kegiatan dilakukan melalui survei awal, penyusunan materi edukasi, pelaksanaan sosialisasi, diskusi interaktif, serta evaluasi pemahaman peserta. Sosialisasi dilaksanakan pada 4 Juli 2025 di Balai Desa Rawapanjang dan diikuti oleh 32 kader dari setiap unit bank sampah. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi peserta yang tinggi, peningkatan pengetahuan kader berdasarkan hasil tes setelah pemaparan materi, serta munculnya antusiasme kader terhadap penggunaan aplikasi untuk mendukung pengelolaan bank sampah yang lebih tertib dan transparan. Kegiatan ini menegaskan bahwa sosialisasi digitalisasi bank sampah memiliki peran penting dalam membangun kesiapan sosial, teknis, dan kelembagaan masyarakat menuju pengelolaan sampah berbasis teknologi di tingkat desa.   Waste Bank, Digitalization, Cadres, Environmental Literacy, Socialization.  Waste bank management at the community level still faces obstacles such as manual recording, limited digital literacy, and low efficiency reporting. This condition is also found in waste bank units in Desa Rawapanjang, Bojonggede District, Bogor Regency, which routinely carry out waste sorting and weighing activities but lack an adequate digital administration system. This community service activity focuses on the socialization of waste bank digitalization as an initial stage of strengthening partner capacity before full technology implementation. The objective of the activity is to increase cadres' knowledge about waste sorting, the impact of waste management on health and the environment, and introduce a digital waste bank application design as a solution to recording and reporting problems. The activity method is carried out through an initial survey, development of educational materials, implementation of socialization, interactive discussions, and evaluation of participant understanding. The socialization was held on July 4, 2025, at the Rawapanjang Village Hall and was attended by 32 cadres from each waste bank unit. The activity results showed high participant participation, increased cadre knowledge as evidenced by post-presentation test results, and cadres' enthusiasm for using the application to support more orderly and transparent waste bank management. This activity confirms that the socialization of waste bank digitalization has a crucial role in building the social, technical, and institutional readiness of the community towards technology-based waste management at the community level.