Latar Belakang: Sebagian besar pasien yang akan menjalani operasi mengalami kecemasan. Kecemasan yang dirasakan pasien pre operasi bervariasi dari tingkat kecemasan ringan sampai kecemasan berat. Kecemasan ini salah satunya berkaitan dengan rasa takut pembiusan dan Tindakan operasi. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakulkan peneliti di Ruang OK Rumah Sakit DKT Bandar Lampung, dari 10 orang pasien pre operasi didapatkan sebanyak 7 orang yang menyatakan puas dengan pelayanan rumah sakit tetapi pasien merasa cemas walaupun petugas sudah menjelaskan rencana tindakan yang akan dilaksanakan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara komunikasi terapeutik dengan kepuasan dan kecemasan pasien pre operasi di Ruang OK Rumah Sakit DKT Bandar Lampung. Metode: Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Intrumen yang dibuat dalam bentuk kuesioner yaitu untuk mengukur komunikasi terapeutik, kepuasan pasien dan kecemasan pasien. Sampel yang digunakan sebanyak 35 sampling diambil pada bulan November 2023 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analysis bivariat dalam penelitian ini menggunakan Uji Chi Square. Hasil: Hasil uji statistik yang pertama diperoleh nilai p sebesar 0,658 (p-value > 0,05) yang berarti disimpulkan tidak ada hubungan antara komunikasi terapeutik dengan kepuasan pre operasi dan dari hasil analisis juga diperoleh nilai OR 1,733. Hasil uji statistik yang kedua diperoleh nilai p sebesar 0,482 (p-value > 0,05) yang berarti disimpulkan tidak ada hubungan antara komunikasi terapeutik dengan kecemasan pre operasi dan hasil analisis diperoleh nilai OR 0,476. Simpulan: Saran bagi Rumah Sakit adalah perlu melakukan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi terapeutik perawat serta semua tim kesehatan yang terlibat langsung dalam pelayanan rumah sakit terhadap pasien dalam memberikan edukasi tentang prosedur tindakan pre operasi.