Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Gerakan #NiUnaMenos sebagai Jaringan Advokasi Transnasional dalam Menangani Isu Femicide di Kawasan Amerika Latin Mokhamad Saiful Farisin
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 17 No. 1 (2024): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v17i1.52417

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai bagaimana strategi yang dilakukan oleh gerakan sosial #NiUnaMenos sebagai upaya advokasinya dalam isu femicide, isu ini merupakan masalah yang cukup serius karena selain memperparah ketidaksetaraan gender tetapi juga mencabut hak asasi manusia dari seorang individu. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah dirasa tidak cukup sehingga kehadiran gerakan sosial ini nantinya berusaha untuk menekan pemerintah yang ada dalam pembuatan kebijakan atas isu ini. Setelah berjalan sejak tahun 2015 gerakan ini masih terus eksis hingga pada masa ini dan semakin besar pengaruhnya dalam lingkup regional. Analisis yang disajikan oleh penulis disini akan berfokus pada strategi yang digunakan oleh gerakan ini, untuk menjawab analisis tersebut dalam kerangka konseptual penulis menggunakan konsep jaringan advokasi transnasional (TAN) sebagai upaya untuk mengetahui strategi yang dilakukan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder, dengan analisis secara kualitatif. Temuan yang didapatkan adalah gerakan ini telah melakukan keempat taktik TAN dalam upaya untuk mencapai agendanya, diantara keempat taktik penulis menyimpulkan bahwa taktik politik informasi dan politik simbolik menjadi taktik yang paling berpengaruh pada strategi gerakan dalam melakukan advokasi isu femicide.
The Fight Against Human Trafficking in Indonesia’s Fisheries Industry Mokhamad Saiful Farisin; Alvina Putri Fazha
Jurnal Lemhannas RI Vol 12 No 4 (2024)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v12i4.960

Abstract

Purpose: This study seeks to explore Indonesia's initiatives to combat human trafficking, particularly within the fisheries industry, which poses a significant threat to national security. Furthermore, Indonesia's national reputation is jeopardized by the Benjina case, which has garnered international scrutiny. This situation also threatens national resilience, especially if local fisheries products are subjected to boycotts in the global market. Study Design/Methodology/Approach: Employs the 4Ps framework—comprising Prevention, Protection, Prosecution, and Partnership—as a lens through which to analyze Indonesia's initiatives in combating human trafficking. Furthermore, this research adopts a qualitative methodology, drawing upon secondary data to systematically map the measures that have been implemented in this specific industry Findings: Indonesia's initiatives have successfully met at least half of the indicators in each category of the framework. However, several challenges persist, including the lack of specific legislation addressing cases within this industry and the absence of reports on programs. This makes it challenging to evaluate their effectiveness.Top of FormBottom of Form Originality/Value: The 4Ps framework serves as a global benchmark for assessing the initiatives undertaken by countries to combat human trafficking. However, the scarcity of literature surrounding this framework presents a significant gap in existing research. This analysis offers valuable insights for policymakers, encouraging reflection on the programs that require sustainable implementation and further development to enhance the effectiveness of efforts against human trafficking.