Pasaribu, Joel Elroy
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Generasi Berkarakter sebagai Implikasi Pendidikan Kristiani: Membangun Kedisiplinan dan Takut Akan Tuhan pada Anak Melalui Pendidikan Kristiani Pasaribu, Joel Elroy
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 6, No 1: Agustus 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v6i1.189

Abstract

Values and norms: Discipline and a God-fearing life are two essential characteristics that children must have from an early age. Christian education plays a vital role in fostering character. Using a descriptive qualitative method, it can be concluded that forming the next generation with character is to build discipline and live in fear of God in children through Christian education. What must be done is that Christian educators understand the principles and nature of discipline and fear of God as the basis of character in Biblical values. So that the Church and family can be actualized in Christian education to educate children, by prioritizing Biblical values in education, the next generation can grow into individuals with moral integrity, obedience to God, and service to others. Thus, Christian education has great potential to foster disciplined and God-fearing characters in children. By applying the right strategies and implementation, schools and parents can help children become moral and responsible and have a strong relationship with God. Abstrak Nilai dan norma Kedisiplinan dan hidup takut akan Tuhan merupakan dua karakter penting yang perlu ditanamkan pada anak sejak usia dini. Pendidikan Kristen memainkan peran vital dalam menumbuhkan karakter. Mengunakan metode kualitatif deskritif makadapat disimpulkan bahwa membentuk generasi penerus yang memiliki karakter hal itu untuk membangun kedisiplinan dan hidup dalam takut akan Tuhan pada anak melalui pendidikan Kristen. Yang harus dilakukan haruslah para pendidik Kristen mampu memahami prinsip dan hakikat Kedisipilinan dan Takut akan Tuhan yang sebagai dasar dari Karakter dalam nilai Alkitabiah. Sehingga hal itu dapat menjadi aktualisasi Gereja dan keluarga dalam Pendidikan Kristen Untuk mendidik anak. Seba dengan memprioritaskan nilai-nilai Alkitabiah dalam pendidikan, generasi penerus dapat tumbuh menjadi individu yang memiliki integritas moral, ketaatan kepada Tuhan, dan pelayanan kepada sesama. Maka diperlukan pendidikan Kristen memiliki potensi besar untuk menumbuhkan karakter disiplin dan takut akan Tuhan pada anak. Dengan menerapkan strategi dan implementasi yang tepat, sekolah dan orang tua dapat membantu anak untuk menjadi individu yang bermoral, bertanggung jawab, dan memiliki hubungan yang kuat dengan Tuhan.
Pendidikan Kristiani Dewasa sebagai Narasi Pembentukan Identitas: Sebuah Pendekatan Psikologi Naratif dan Teologi Penciptaan Kembali Pasaribu, Joel Elroy
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 7 No 2: November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v7i2.394

Abstract

This article examines Christian education for adults as a process of identity formation through narrative, integrating narrative psychology and the theology of re-creation. Unlike doctrinal transfer approaches, it argues that adult identity is narratively constructed through life stories. Narrative psychology provides a framework for understanding how individuals build meaning and identity through stories, while the theology of re-creation offers a theological basis that God continuously renews creation, including human identity. Using a critical literature review, this article proposes a transformative model of adult Christian education in which participants are invited to recognize, critique, and rewrite their life narratives in light of God's salvation narrative. Findings indicate that integrating these two approaches results in a more holistic educational practice that values life experiences and orients toward identity renewal in Christ. The implications for the church include the need to design educational programs that encourage narrative reflection and foster safe communities for identity re-creation.   Abstrak Artikel ini mengkaji pendidikan Kristiani bagi orang dewasa sebagai proses pembentukan identitas melalui narasi, dengan mengintegrasikan psikologi naratif dan teologi penciptaan kembali. Berbeda dengan pendekatan pendidikan yang berfokus pada transfer doktrin, artikel ini berargumen bahwa identitas orang dewasa terbentuk secara naratif melalui kisah hidup yang mereka rangkai. Psikologi naratif menyediakan kerangka untuk memahami bagaimana individu membangun makna dan identitas melalui cerita, sementara teologi penciptaan kembali menawarkan landasan teologis bahwa Allah terus-menerus memperbarui ciptaan-Nya, termasuk identitas manusia. Dengan menggunakan metode studi pustaka kritis, artikel ini mengusulkan model pendidikan Kristiani dewasa yang bersifat transformatif, di mana peserta didik diajak untuk menyadari, mengkritisi, dan menulis ulang narasi hidup mereka dalam terang narasi keselamatan Allah. Temuan menunjukkan bahwa integrasi kedua pendekatan ini menghasilkan praktik pendidikan yang lebih holistik, menghargai pengalaman hidup, dan berorientasi pada pembaruan identitas dalam Kristus. Implikasinya bagi gereja adalah perlunya merancang program pendidikan yang mendorong refleksi naratif dan pembentukan komunitas yang aman bagi proses penciptaan kembali identitas.