andri, la ode
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SUARA PENERJEMAH DALAM PRAKTIK KREASI DISKURSIF PADA NOVEL TERJEMAHAN THE RAINBOW TROOPS andri, la ode; Cholsy, Hayatul
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 7, No 2 (2023): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v7i22023p329-344

Abstract

Suara penerjemah dalam praktik penerjemahan kreasi diskursif telah menghasilkan bentuk terjemahan yang melampaui kesepadanan formal dan konten suatu teks sumber. praktik ini dapat dibenarkan merujuk pada orientasi dan tujuan dari penerjemahan itu sendiri. Perkembangan penelitian penerjemahan pada studi etika dan peran sosial telah menjadikan praktik penerjemahan melampaui jangkauan teks yang diterjemahkan. Studi penerjemahan telah beralih pada penelusuran posisi penerjemah termasuk suara yang membawa aspirasi pandangan, nilai dan sikap tertentu. Penelitian ini menggunakan model kausal pada teks terjemahan The Rainbow Troops. Model ini membantu penerjemah untuk membangun pertanyaan hipotesis tentang mengapa dan bagaimana penerjemahan termasuk suara penerjemah melalui keberadaan teks-teks naratif. Teknik kreasi diskursif digunakan untuk menganalisis teks-teks kreasi naratif penerjemah. sebab data yang digunakan hanya pada kreasi teks naratif saja tidak termasuk penghilangan, pemendekan atau metode lain yang menunjukkan perilaku kreatif penerjemah. Dari analisis narasi kreatif diskursif ini ditemukan  data entitas-entitas yakni tokoh, non-tokoh dan relasi antar entitas yang mengalami penambahan secara diskursif oleh penerjemah. analisis selanjutnya ialah tentang bagaimana penerjemah memodifikasi teks untuk mendukung tujuan dari suara penerjemahan. Efek dari praktik diskursif menghasilkan pertambahan konten peristiwa, terciptanya teks naratif baru, munculnya tokoh baru, membangun konflik dan narasi resistensi di dalam teks terjemahan. Penelitian ini membuktikan bahwa penerjemahan mempertahankan narasi dan memperkuatnya sehingga dapat sampai kepada pembaca terjemahan. Ini berarti penerjemahan telah menjadi medium untuk menyampaikan pandangan global tertentu sebab melibatkan budaya dan bahasa lintas global.