Anik Wulansari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBOIKOTAN MEDIA TELEVISI PADA TOKOH PUBLIK Anik Wulansari
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 4 No. 1 (2023): NIVEDANA: Jurnal Komunikasi & Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v4i1.753

Abstract

Dunia hiburan sedang diterpa isu panas terkait kembalinya sosok Saipul Jamil yang kembali muncul ke publik setelah menjalani hukuman atas tindakan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Masyarakat merasa geram pasalnya media terlalu membesar-besarkan kembalinya Saipul Jamil, bahkan ada satu televisi yang melakukan glorifikasi dengan menayangkan aksi penyambutan dengan tidak biasa. Protes pun bermunculan hingga keluar sebuah petisi yang mewacanakan pemboikotan pedangdut tersebut. Pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pun disinggung atas lolosnya tayangan yang dianggap kurang patut dipertontonkan ke masyarakat itu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif serta menggunakan analisis wacana Norman Fairclough. Dari analisis yang dilakukan peneliti maka ditarik kesimpulan bahwa kasus pada Saipul Jamil harusnya dapat dijadikan pembelajaran bagi publik figur lainnya, bahwa sanksi sosial benar adanya. Pemerintah juga harus memberi batasan untuk setiap hal yang dapat memberi pengaruh kepada masyarakat, termasuk tayangan yang disajikan oleh media. Supaya tidak ada pemakluman kepada tindakan yang tidak dibenarkan.