Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui bagimana manajemen waktu belajar pada remaja pengunjung coffee shop di desa Merek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan subjek dalam penelitian ini berjumlah 6 orang pengunjung rutin di 2 coffee shop yang berusia 13-18 tahun di desa Merek Kecamatan Merek Kabupaten Karo. Data yang diperoleh dalam penelitian ini diukur menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat aspek manajemen waktu belajar, diantaranya yaitu : 1) membuat rencana, dimana sudah terdapat remaja pengunjung coffee shop yang membuat rencana kegiatan akan tetapi belum terlaksana dengan maksimal 2) menyusun jadwal, remaja pengunjung coffee shop sudah menyusun jadwal dengan baik sebelum melakukan kegiatan. 3) menetapkan prioritas, remaja pengunjung coffee shop sudah mampu menetapkan prioritas dengan baik, hal ini dikarenakan remaja mengutamakan menyelesaikan tugas sekolah terlebih dahulu. 4) menghindari penundaan, pada aspek ini, remaja belum mampu menghindari penundaan dengan baik, dikarenakan mayoritas remaja pengunjung coffee shop masih menunda mengerjakan tugas sekolah. Adapun faktor penghambat manajemen waktu belajar pada remaja pengunjung coffee shop adalah karena remaja yang suka memilih-milih tugas mana yang akan diselesaikan terlebih dahulu, selain itu remaja cenderung menunggu deadline dalam menyelesaikan tugasnya.