Salah satu gangguan berbahasa pada usia remaja hingga dewasa yakni cadel yang merupakan suatu gangguan berbicara, dimana terdapat kesulitan dalam mengucapkan fonem /r/. Ucapan cadel saat mengucapkan fonem /r/ dan /l/ merupakan jenis asimilasi perubahan bunyi yang tidak sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa berkomunikasi dengan orang cadel sangatlah berbeda dibandingkan dengan tindak tutur manusia normal. Penelitian ini memfokuskan pada penderita cadel usia remaja. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik pemerolehan data dalam penelitian ini menggunakan teknik rekam, simak dan catat. Setelah itu data akan transkrip. Sumber data yaitu penderita cadel usia rentan usia 13 -17 tahun pada konsonan /r/ dan /s/. Sedangkan, data tersebut berupa ujaran dari ketiga narasumber. Hasil penelitian menunjukkan Pada IFE (17th) memperoleh 8 data pada gangguan cadel “R”, RAZ (15th) memperoleh 14 data pada fonem “R” dan WA (13th) memperoleh 6 data pada fonem “S”.One of the language disorder in adolescence to adulthood is cadel, which is a speech impediment, where the pronouncing of phonem /r/ is difficult. Cadre speech while saying fonem /r/ and /l/ are kind of assimilating imperfect sound change. The study aims to know that communicating with cadres is very different from normal human speech. The study focused on teenage cadels. The research method used is qualitative descriptive methods. The data-mining techniques in this study use record, record, and record techniques. After that data will be transcript. The source of the data for vulnerable age cadres age 13 -17 in the consonants /r/ and /s/ . On the other hand, the data is spoken from all three sources. Studies show on the IFE (17th) obtained 8 data on cadel "R" disorder, RAZ (15th) obtained 14 data on the "R" and, WA (13th) obtained 6 data on the "S" fonem.