Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Papan Hitung Penjumlahan Pada Materi Operasi Hitung Penjumlahan Bilangan Cacah Safitri, Via; Rachmiati , Wida
Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 4 No. 2 (2023): Genderang Asa: Journal of Primary Education
Publisher : PGMI IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/jga.v4i2.2037

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menghasilkan produk media pembelajaran Papan Hitung Penjumlahan bilangan cacah dalam konteks materi penjumlahan bilangan cacah di kelas 1 SDN Pejaten 1 Kramatwatu Serang. Selama proses observasi, peneliti menemukan sebuah masalah, yaitu peserta didik kesulitan memahami materi karena merasa bosan dengan media yang digunakan. Peserta didik membutuhkan media pembelajaran yang dapat memikat perhatian mereka, sehingga mereka termotivasi dan mampu menyerap materi secara maksimal. Permasalahan ini muncul karena terbatasnya pilihan media yang tersedia dan kurangnya daya tarik dalam metode pengajaran operasi hitung penjumlahan bilangan cacah. Penelitian ini menerapkan metode penelitian Research and Development (R&D). Model penelitian yang diterapkan adalah model ADDIE, yang melibatkan lima tahap utama, yakni analisis (analysis), perancangan (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Peneliti menggunakan dua langkah uji coba dalam satu waktu dengan melibatkan 21 siswa. Berdasarkan hasil penelitian, media papan hitung penjumlahan Melalui serangkaian uji coba serta validasi dari para ahli, media pembelajaran papan hitung penjumlahan telah dinyatakan layak digunakan. Persentase penilaian ahli media mencapai 91,25%, yang masuk dalam kategori "sangat layak," sedangkan persentase penilaian ahli materi mencapai 96,25%, juga termasuk dalam kategori "sangat layak." Berdasarkan hasil uji coba terhadap media pembelajaran papan hitung penjumlahan, terlihat bahwa hasil penilaian angket respon siswa mencapai 100% untuk kelompok kecil dan 96,95% untuk kelompok besar. Angket respon selanjutnya adalah angket respon guru. Hasil penilaian angket respon oleh guru kelas 1 terhadap media pembelajaran papan hitung penjumlahan mencapai 100%, sehingga hasil tersebut termasuk dalam kategori yang sangat baik. Berdasarkan skor yang telah diperoleh, dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran papan hitung penjumlahan dapat dianggap sebagai media yang menarik dan sangat efektif dalam proses pembelajaran matematika, khususnya dalam materi penjumlahan bilangan cacah.
Pengelolaan Sampah Organik Dengan Metode Biopori Melalui Program Kkn-05 Tematik Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Abdulloh, Annas; Nizul, Elta; Safitri, Via; Wahyuni, Miftakhul Anfika; Gafiki, Nadiva Damar; Andin, Apriliana; Syifa, Nurus; Dikataudi, Adiyat; Ratna Ningrum, Tyas Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2024): JPMI - April 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.1850

Abstract

Kelurahan Pandeyan, salah satu dari tujuh kelurahan di Kemantren Umbulharjo, memiliki luas wilayah sekitar 118,499 hektar atau sekitar 1,2 kilometer persegi. Terdiri dari 13 RW, 52 RT, dan tujuh kampung: Sidikan, Golo, Pakel, Kalangan, Kebrokan, Pandeyan, dan Gambiran. Pemerintah Kota Yogyakarta telah mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2022, mewajibkan semua warga bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan. Di wilayah ini, pengelolaan sampah anorganik terjaga melalui bank sampah yang dioperasikan secara rutin. Sampah organik dikelola dengan metode biopori, digunakan sebagai resapan dan pupuk kompos. Kegiatan pengabdian meliputi perencanaan, penyuluhan, dan pelatihan pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB). Sosialisasi biopori melibatkan 45 peserta, termasuk ketua RW dan ketua penanganan sampah dari setiap RW. Materi meliputi metode pengelolaan sampah, jenis sampah rumah tangga, pengelolaan hasil biopori, dan maggot yang dihasilkan. Biopori diisi dengan sampah organik rumah tangga secara berkala, dan lubang biopori yang terisi penuh menunggu beberapa waktu. Hasil dari penimbunan sampah organik dalam biopori adalah kompos yang digunakan sebagai pupuk tanaman. Biopori menjadi solusi inovatif dalam penanganan limbah rumah tangga dan mengatasi penutupan tempat pembuangan akhir sampah di Piayungan selama tiga bulan terakhir. Program ini menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi warga Pandeyan dan Kota Yogyakarta secara keseluruhan.