Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Manajemen Pendidikan Islam dalam Mempersiapkan Generasi Muslim di Era Society 5.0 Dika Tripitasari
Berkala Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2024): Berkala Ilmiah Pendidikan
Publisher : Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/bip.v4i3.1167

Abstract

Latar belakang penelitian ini didorong oleh perkembangan pesat teknologi dan digitalisasi yang terjadi di era Society 5.0, di mana teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat, tetapi juga sebagai sistem yang mempengaruhi aspek kehidupan masyarakat secara menyeluruh. Dalam konteks ini, pendidikan Islam diharapkan mampu menyiapkan generasi Muslim yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter moral yang kuat sesuai dengan ajaran Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali peran manajemen pendidikan Islam dalam mempersiapkan generasi Muslim yang unggul, adaptif, dan relevan dengan tuntutan era Society 5.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan wawancara mendalam pada pendidik dan pengelola lembaga pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam pengembangan kurikulum yang integratif, penerapan teknologi dalam pembelajaran, serta pembentukan karakter berbasis nilai-nilai Islam yang mendukung kesiapan generasi muda untuk menghadapi tantangan global. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pembaruan dalam sistem manajemen pendidikan Islam yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap kemajuan teknologi, sekaligus memperkuat karakter generasi muda agar dapat berperan aktif dalam pembangunan masyarakat yang berlandaskan pada prinsip-prinsip Islam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengembangkan strategi manajerial yang lebih efektif dalam pendidikan Islam di era digital.
STRATEGI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS AKULTURASI ISLAM NUSANTARA DAN KESADARAN EKOLOGIS Andi Wahyumulianti; Dika Tripitasari; Ahdar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.45546

Abstract

Entering the Anthropocene era, the escalation of global environmental degradation has reached a nadir that threatens the stability of human civilization, necessitating a curriculum reorientation that is more responsive to ecological crises. This study aims to construct an integrative Islamic Religious Education (PAI) learning strategy through a functional synergy between the values of Nusantara Islam Acculturation and the Eco-Theology paradigm. Employing a qualitative design with a Systematic Literature Review (SLR) approach, a profound analysis was conducted on various reputable primary literatures published within the last five years. The research findings reveal that the transformation of ecology-based PAI requires a fundamental reorientation across three interconnected strategic dimensions. First, the conceptual-theological dimension involves repositioning the meaning of 'khalifah' as a nature preserver and strengthening ecological monotheism (tawhid). Second, the institutional-managerial dimension focuses on developing the Eco-Islamic School model, which integrates sustainable waste management systems and strengthens ecological literacy within institutional governance. Third, the practical-methodological dimension implements a transdisciplinary STEM-PAI approach, utilizing digital technology to ground religious values in tangible actions. The synthesis confirms that this strategy not only strengthens national character by preserving Nusantara's local wisdom but also serves as a substantive contribution to the global Sustainable Development Goals (SDGs) agenda, particularly regarding climate action, gender equality, and quality education. This study concludes that the synchronization between religious ethics derived from revelation and global scientific standards is a crucial key to creating a collective social transformation toward a future civilization that is harmonious, inclusive, and sustainable.
PERENCANAAN STRATEGI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS PROYEK DAN RESOLUSI KONFLIK Muh Rezky; Dika Tripitasari; Ahdar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.45551

Abstract

This study aims to formulate a strategic plan for Islamic Religious Education (PAI) learning that integrates the Project-Based Learning (PjBL) model with the strengthening of students' conflict resolution skills. In the era of globalization, PAI faces the challenge of shaping multicultural characters capable of maintaining harmony amidst diversity. The method employed is descriptive qualitative through a literature study, analyzing sources related to instructional innovation, conflict management, and the reinforcement of religious moderation values. The research findings indicate that PjBL planning in PAI not only enhances cognitive understanding but also serves as a vehicle for internalizing moderation values through collaborative projects. The integration of conflict resolution within this strategy includes preventive measures through collaborative leadership and the creation of a positive learning environment. Students are trained to identify problems, communicate openly, and seek peaceful solutions to differences of opinion that arise during project execution. The alignment between a structured PjBL design and conflict management based on Islamic values is proven effective in improving social-emotional skills and building a tangible attitude of tolerance (tasamuh) in daily interactions at school.
Efektivitas Sistem Penguatan (Reinforcement) dalam Pembelajaran Nahwu Sharaf pada Mahasiswa di Ma’had al-Jāmi‘ah IAI DDI Mangkoso Inarwati; Muhdin; Dika Tripitasari
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i2.3811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, implementasi, respons mahasiswa, serta dampak sistem penguatan (reinforcement) dalam pembelajaran Nahwu–Sharaf di Ma’had al-Jāmi‘ah IAI DDI Mangkoso. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap mahasiswa yang mengikuti pembelajaran Nahwu–Sharaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penguatan belum diterapkan secara optimal dan konsisten, karena sebagian besar reinforcement hanya muncul pada saat evaluasi atau ketika mahasiswa menjawab dengan benar. Penguatan yang diberikan juga masih didominasi penguatan verbal berupa koreksi atau penegasan jawaban, sementara bentuk apresiasi lain seperti reward akademik, umpan balik reflektif, dan penguatan berkelanjutan masih jarang dilakukan. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya motivasi, rasa percaya diri, serta keberanian mahasiswa dalam menerapkan kaidah Nahwu–Sharaf. Namun, ketika reinforcement diberikan secara rutin, mahasiswa menunjukkan peningkatan pemahaman, keberanian mencoba, serta pembiasaan mengulang materi dan menerapkan kaidah dalam kegiatan belajar. Dengan demikian, sistem penguatan terbukti memiliki peran penting dalam meningkatkan penguasaan dan pembiasaan Nahwu–Sharaf, sehingga perlu diterapkan secara lebih terencana, sistematis, dan berkelanjutan dalam proses pembelajaran di Ma’had al-Jāmi‘ah.