Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Mikroorganisme Akuatik pada Proses Nitrifikasi di Tambak Udang (Litopeneaus vannamei) Septriono, Wahyu Adi; Indrian, Friska; Khairunnisa, Siti; Gultom, Ester Romatua
MAIYAH Vol 2 No 3 (2023): Maiyah : Vol.2 No.3 September 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2023.2.3.9653

Abstract

Vaname shrimp is one of the potential cultivation commodities to be developed, because it has quite high economic value and has become an export commodity. In shrimp farming activities, feed is inseparable, where feed is the main factor in aquaculture production. The feed used has a high protein content, but only 75% can be used as feed and the rest will settle on the aquaculture pond substrate. The remaining feed that settles will be toxic and even cause death to cultivated biota because it contains ammonia. The nitrification process is a process that can convert ammonia compounds into nitrites to overcome cultivation problems. Some microorganisms that can be utilized in the nitrification process are:Nitrosomonas, Nitrosococcus, Nitrospira, Nitrosolobus, andNitrosovibrio. One of the commercial probiotics uses a dose of 0.1 - 0.2 ppm 1-2 times in a span of one week, sprinkled evenly on the pond by aeration first because the product is in powder form. Dosage can be increased or decreased according to shrimp and environmental conditions.
PRODUKSI DAN POLA MUSIM PENANGKAPAN IKAN TONGKOL YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI SUNGAI RENGAS KALIMANTAN BARAT Gultom, Ester Romatua; Gusmayanti, Evi; Soetignya, Widadi Padmarsari
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v7i2.15397

Abstract

Produksi ikan tongkol di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sungai Rengas meningkat 80,19% dari tahun 2020 ke 2021, hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang dampak jangka panjang terhadap ekosistem perairan dan risiko overfishing. Dalam mendukung operasi penangkapan ikan tongkol dengan tingkat efektivitas dan efisiensi yang tinggi dapat dilakukan dengan mempertimbangkan musim penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan produksi dan menentukan pola musim penangkapan ikan tongkol. Data yang digunakan adalah data time series pada periode 2019-2023 dari PPP Sungai Rengas, yang meliputi produksi ikan tongkol dan upaya penangkapan (trip). Analisis data dilakukan dengan menghitung Catch Per Unit Effort (CPUE) dan Indeks Musim Penangkapan (IMP) yang menggunakan metode moving average. Hasil penelitian menunjukkan nilai CPUE mengalami peningkatan dari tahun 2019 hingga 2023, peningkatan signifikan terjadi dari 2022 sebesar 1,87 ton/trip menjadi 3,79 ton/trip pada tahun 2023, hal tersebut menggambarkan bahwa adanya pemulihan sumber daya ikan tongkol akibat penurunan trip pada tahun 2022. Musim penangkapan ikan tongkol yang didaratkan di PPP Sungai Rengas terjadi pada bulan November, Januari, Februari, Maret dengan nilai IMP tertinggi yaitu 244,96% (Februari). Musim paceklik terjadi pada bulan April-Juli. Informasi musim penangkapan ikan dapat memberikan waktu yang tepat untuk melakukan operasi penangkapan optimal lestari.