Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Post Islamisme Ilmu Ekonomi Islami (Bank Syari’ah antara Realita atau Sebuah Nama) Nurhidayat, Wachid
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v1i1.4

Abstract

Sebagai disiplin ilmu, ekonomi Islam lahir dari semangat islamisasi ilmu pengetahuan. Ia merupakan respon terhadap persoalan dan realitas umat muslim yang mengalami malaise di tengah perseteruan ideologi kapitalisme dan sosialisme. Namun, setelah proses islamisasi itu berlangsung, terdapat persoalan mendasar: yaitu hegemoni pasar, popularisme ekonomi Islam sebagai dampak dari krisis epistemologi. Inilah yang menjadi wajah baru rintisan ilmu ekonomi islam pos-islamisme. Berangkat dari permasalahan ekonomi, khususnya di Indonesia, semestinya dilihat secara mendasar bermunculannya bank bank syari’ah yang ada, apakah hal ini sebagai jawabannya stagnannya ilmu ekonomi konvensional, sehingga beralih pada aktualisasi dalam mengurai isu ribawiyah yang mencuat di era urban dan multikulturalisme. Makan diperlukannnya sebuah formulasi solusi dengan pendekatan yang kompleks atau plural. Bank Syari’ah sebagai produk kerangka epistemologi ekonomi Islam yang tersistem dalam world view Islam Pada titik ini, mengindonesiakan ekonomi Islam dengan salah satunya berupa bank syari’ah merupakan bagian dari upaya membentuk kerangka ekonomi yang sesuai dengan nafas budaya dan kearifan lokal masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam dan sekaligus sebagai jawaban kebuntuan yang tidak bisa ditawarkan oleh bank konsvensional. Terlebih, dalam konteks paradigma pembangunan ekonomi pascamodernis, semestinya melibatkan kearifan lokal dalam pembangunan ekonomi yang merupakan upaya mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan (sustainable development).
Al-Irsyad Association and Al-Irsyad Al-Islamiyyah in Islamic Education Nurhidayat, Wachid
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol 8 No 1 (2024): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : Letiges

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v8i1.480

Abstract

As an organization that has been around for a long time, it cannot be denied that Al-Irsyad continues to experience changes in line with the social, economic and political dynamics that occur in Indonesia. The division peaked in 2007, then splitting the organization into the Al-Irsyad Association and Al-Irsyad Al-Islamiyyah. This phenomenon is interesting, so the aim of this research is to look further at changes in the orientation of Al-Irsyad's Islamic education. This study uses qualitative ethnographic methods. Most of the data was obtained from observations and interviews in the field, which were then supported by secondary data from various sources. Data analysis using the Spradley model includes domain analysis, taxonomic analysis, componential analysis, and model analysis. The results of the study show that the Al-Irsyad Association and Al-Irsyad Al-Islamiyyah institutions in identifying themselves, each institution carries out different strategies as a manifestation of educational orientation based on the interpretation of Mabadi Al-Irsyad. Islamic educational institutions under the auspices of Al-Irsyad Al-Islamiyyah gave rise to schools with a modern-exclusive style, and educational institutions under the aegis of the Al-Irsyad Association had a more puritanical-inclusive kind. The differences in values that are the guidelines or ideologies of each institution are formed over time and social, political, economic and cultural dynamics.