p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Dhikra
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EPISTEMOLOGI METODE PENAFSIRAN AL-QUR’AN: DARI ERA NABI HINGGA ERA MAQASIDI M. Nurul Huda, Andi Rahman
al Dhikra | Jurnal Studi Qur'an dan Hadis Vol. 5 No. 2 (2023): al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Ushuluddin Faculty, PTIQ Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57217/aldhikra.v5i2.1359

Abstract

Perkembangan metode penafsiran Al-Qur’an sangat penting dilihat sebagai khazanah yang menempatkan Al-Qur’an sesuai pada konteks zamannya. Sebab metode terus dinamis semenjak Nabi Muhammad wafat pada abad ke 7 M, dan terus terjadi sampai sekarang. Pada era Nabi, ia menjadi sumber tafsir Al-Qur’an tunggal, kemudian di era sahabat, baru terjadi perbedaan penafsiran akibat perbedaan metode yang digunakan untuk memahami suatu ayat yang sama. Peristiwa seperti ini masih terus terjadi sampai saat ini, dengan demikian menarik untuk dijadikan sebagai kajian akademik dengan mempertanyakan bagaimana metode penafsiran tersebut mengalami dinamisasi sesuai pada konteksnya? Riset ini hendak menganalisis dinamisasi tersebut dengan melibat perspektif kajian epistemologi. Melalui kajian kepustakaan (library research), riset ini berkesimpulan bahwa terdapat pergeseran secara mendasar dalam perkembangan metode penafsiran tersebut. Pertama, pergeseran dalam menggunakan sumber. Kedua, pergeseran juga terjadi terhadap penggunaan sumber metode itu sendiri. Ketiga, pergesertan pada keabsahan metode tersebut yang masing-masing hakikatnya lahir untuk keperluan temporal.
EPISTEMOLOGI METODE PENAFSIRAN AL-QUR’AN: DARI ERA NABI HINGGA ERA MAQA M. Nurul Huda, Andi Rahman
Al-Dhikra Vol. 5 No. 2 (2023): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan metode penafsiran Al-Qur’an sangat penting dilihat sebagai khazanah yang menempatkan Al-Qur’an sesuai pada konteks zamannya. Sebab metode terus dinamis semenjak Nabi Muhammad wafat pada abad ke 7 M, dan terus terjadi sampai sekarang. Pada era Nabi, ia menjadi sumber tafsir Al-Qur’an tunggal, kemudian di era sahabat, baru terjadi perbedaan penafsiran akibat perbedaan metode yang digunakan untuk memahami suatu ayat yang sama. Peristiwa seperti ini masih terus terjadi sampai saat ini, dengan demikian menarik untuk dijadikan sebagai kajian akademik dengan mempertanyakan bagaimana metode penafsiran tersebut mengalami dinamisasi sesuai pada konteksnya? Riset ini hendak menganalisis dinamisasi tersebut dengan melibat perspektif kajian epistemologi. Melalui kajian kepustakaan (library research), riset ini berkesimpulan bahwa terdapat pergeseran secara mendasar dalam perkembangan metode penafsiran tersebut. Pertama, pergeseran dalam menggunakan sumber. Kedua, pergeseran juga terjadi terhadap penggunaan sumber metode itu sendiri. Ketiga, pergesertan pada keabsahan metode tersebut yang masing-masing hakikatnya lahir untuk keperluan temporal.