Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Kelayakan Investasi Pada Proyek Perumahan Mahardika Residence Sesuai Analisis Biaya Dan Analisis Permintaan Sukarjo, Dicky Hermawan; Putra, Fisika Prasetyo; Widyatami, Filki Suri
English Vol 2 No 1 (2024): Volume 2 - Nomor 1 - Mei 2024
Publisher : Fakultas Teknik dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/jttt.v2i1.624

Abstract

Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk yang sangat pesat dan semakin meningkatnya taraf hidup, akan mengakibatkan kebutuhan rumah tinggal juga semakin meningkat. Salah satu cara memenuhi kebutuhan rumah tinggal adalah dengan membangun sebuah perumahan. Pembangunan perumahan harus memenuhi kelayakan secara finansial dan harga jual rumah merupakan acuan pertimbangan pemilihan rumah oleh pembeli, di samping berbagai fasilitas yang ditawarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya harga jual yang sesuai untuk tiap tipe rumah pada proyek perumahan Mahardika Residence,  berdasarkan analisa biaya dan analisa permintaan pasar. Penelitian ini menggunakan metode analisa titik impas untuk menganalisis biaya, dan metode survei langsung dengan penyebaran kuesioner untuk menganalisis permintaan pasar. Analisa tersebut mempertemukan kurva biaya dan kurva pendapatan untuk mendapatkan harga. Berdasarkan metode tersebut dapat diketahui harga jual rumah yang dapat diterima oleh pengembang dan konsumen. Harga ditentukan berdasarkan jumlah unit yang memberikan keuntungan maksimum untuk tipe 30 Rp.181.000.000,00 sesuai dengan peraturan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat sebesar tipe 45/90 sebesar Rp.403.977.709  tipe ruko sebesar Rp.699.110.557. Dan menganalisis kelayakan investasi proyek pembangunan Mahardika Residence dari segi finansial, dengan kriteria kelayakan investasi Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP) dan Profitability Index(PI).Berdasarkan dari hasil perhitungan analisa investasi dengan masa investasi  5 tahun didapatkan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp.6.162.548.004 (NPV>0), Internal Rate of Return (IRR) diperoleh nilai 17,89% (IRR>MARR), Payback Period (PP) pada tahun ke 4,23 Tahun. dan Nilai Profitability Index 1,018.
Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek “XYZ” Dwiantoro, Deny; Yoansa, Acep Yosep; Indrayana, Desiderius Viby; Mentari, Sekar; Widyatami, Filki Suri
Jurnal Talenta Sipil Vol 7, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v7i1.490

Abstract

A project tends to experience delays if planning and control are not carried out properly. Various things can happen in a construction project that can cause an increase in processing time so that project completion is delayed. The purpose of this research is to identify and classify the factors that cause delays in the "XYZ" project. This data processing uses the help of the SPSS (Statistical Product and Service Solution) computer program version 23.00. Data analysis techniques using validity, reliability and factor analysis techniques. The results of this study obtained 3 new factors from the extraction results of factor analysis, namely: Lack of Expertise and Slow Material Mobilization (Xb1), Lack of Planning and Inadequate Quality of Workforce (Xb2), Changes in Scope and Work Documents (Xb3).
Potensi dan Permasalahan Reformasi Transportasi Umum Massal di Kota Malang Widyatami, Filki Suri
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v5i2.6280

Abstract

ABSTRAK Angkutan umum massal di Kota Malang mulai mengalami penurunan, pada tahun 2016 untuk rata – rata faktor muat (Load factor) dari trayek AH, LDH dan ADL masing – masing sebesar 41%, 40% dan 54%. Penurunan faktor muat dipengaruhi oleh pelayanan angkutan umum yang rendah berdasarkan pengukuran SPM tahun 2015 (Filki Suri, 2016). Maka dari itu perlu adanya sebuah reformasi untuk angkutan umum massal agar diminati lagi oleh masyarakat. Institute for Transportation & Development Policy membuat sebuah panduan reformasi untuk angkutan umum di Indonesia. Dimana ada lima prinsip dasar reformasi, yaitu terciptanya institusi pengelolaan angkutan, tarif angkutan yang terintegrasi, jaringan angkutan umum yang efesien, kualitas layanan yang andal dan industri angkutan umum yang professional. Menggunakan studi persepsi dari stakeholder terkait untuk mendapatkan potensi dan permasalahan reformasi angkutan umum massal, menggunakan gap analysis untuk membandingkan tingkat keterjaungkauan, syarat, kriteria dan langkah – langkah reformasi angkutan umum massal terhadap kesiapan dokumen, anggaran dari presepsi masyarakat dan pemerintah. Serta analisis studi presepsi, untuk mengetahui presepsi masyarakat terhadap angkutan massal. Hasil dari presepsi masyarakat mengatakan lokasi tempat tinggal dan tempat kerja terjangkau dari angkutan massal, tetapi banyak yang tidak menggunakan angkutan massal. Sebanyak 71,9% mengatakan tidak menggunakan angkot karena waktu menunggu yang lama. Dan hasil analisis gap menggunakan prinsip dari ITDP, gap terbesar terjadi antara kondisi yang diharapkan adalah skema tarif yang lebih efeisein dan sistem tiket yang akuntable. Tetapi pemerintah belum ada studi terkait hal tersebut.Kata Kunci: Transportasi massal. Reformasi Transportasi, Analisis Gap, Faktor MuatABSTRACT Mass Public Transportation in Malang City has a degradation, in the year 2016 average load factor at AH, LDH, and ADL lines each are 41%, 40%, 54%. Based on standard service evaluation in 2015, The decrease in loading factor is influenced by low public transport services (Filki Suri, 2016). Therefore, there is a need a reform for mass public transportation to make it more attractive to the public. Institute for Transportation & Development Policy developed a reform guide for public transport in Indonesia. There are five basic principles of reform, that is the creation of transportation management institutions, integrated transportation fares, an efficient public transportation network, reliable service quality and a professional public transportation industry. Using GAP analysis to compare affordability, requirements, criteria and steps for mass public transport reform towards the readiness of documents, budgets and public and government perceptions. And using analysis of perception, to find out public perceptions of mass transit. The results of the public perception say that the location of their residence and workplace is affordable from mass transportation, but many do not use mass transportation. As many as 71.9% said they did not use public transportation because of the long waiting time. And the results of the gap analysis using the principles of ITDP, the biggest gap occurs between the expected conditions is a more efficient fare scheme and an accountable ticket system. But the government has not yet had a study related to this.Keyword: Mass Transportation, Reform of Transportation, GAP Analysis, Load Factor
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Konstruksi Pembangunan Gedung Resto Apung Muara Angke Pajri, Syahrul; Widyatami, Filki Suri; Mentari, Sekar
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v7i2.14392

Abstract

Berdasarkan BPJS Ketenagakerjaan, Data angka kecelakaan kerja di Indonesia menunjukkan peningkatan. Kecelakaan kerja yang terjadi pada tahun 2020 adalah sebanyak 221.740 kasus, dan di tahun 2021 menjadi sebanyak 234.270 kasus, naik 5,65% dari tahun sebelumnya. Penerapan safety induction dan mekanisme penggunaan APD merupakan prioritas bagi keselamatan  pekerja. Akan tetapi, pada pelaksanaan di lapangan, masih saja terdapat pekerja yang tidak  mengikuti aturan yang sudah ditetapkan perusahaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh variabel Jenjang Pendidikan, Tingkat Jabatan dan Pengalaman bekerja pada penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di pembangunan proyek konstruksi Gedung Resto Apung Muara Angke Jakarta Utara. Penelitian ini menggunakan Metodelogi Kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui riset lapangan, kuisioner, pengutipan langsung dan riset kepustakaan. Teknik statistika yang digunakan saat analisa data adalah uji validasi, uji reabilitas dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis  penelitian, dapat disimpulkan bahwa variabel pendidikan, jabatan dan pengalaman bekerja berpengaruh terhadap variabel K3, dengan nilai relatif level Jenjang Pendidikan Sebesar 25,08%, Tingkat Level Jabatan sebesar 30,93%, dan Pengalaman Bekerja sebesar 43,99%. Penerapan K3 pada pembangunan proyek konstruksi Gedung Resto Apung Muara Angke sudah dilakukan dengan baik ditunjukan dengan adanya program  sosialisasi K3, penerapan rambu keselamatan dan spanduk K3, penerapan APD, prosedur Job Safety Analysis (JSA), dan Identifikasi Bahaya, Penilaian dan Pengendalian Risiko (IBPR) yang  dilaporkan ke manajemen, sehingga untuk selanjutnya penerapan K3 perlu dipertahankan dengan terus melakukan monitoring dan evaluasi berkala.
Analisis Kemacetan Lalu Lintas di Ruas Jalan Kota (Studi Kasus Jalan Raya Pantura Daan Mogot Jakarta Barat) Arianta, Rayendra; Widyatami, Filki Suri
English Vol 3 No 1 (2025): Volume 3 - Nomor 1 - Mei 2025
Publisher : Fakultas Teknik dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/jttt.v3i1.857

Abstract

Bertambahnya jumlah kendaraan di Jalan Raya Pantura Daan Mogot Jakarta Barat berdampak pada meningkatnya pergerakan lalu lintas dalam melakukan aktivitas sehari-hari, sehingga mengakibatkan tingginya arus lalu lintas dan berkurangnya arus lalu lintas yang kemudian mengakibatkan penurunan kecepatan pada ruas jalan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab kemacetan lalu lintas di Jalan Panjang kebon Jeruk. Dengan menggunankan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023) untuk menentukan tingkat kapasitas, derajat kejenuhan, dan tingkat pelayanan untuk ruas Jalan Raya Pantura Daan Mogot. Hasil analisa didapatkan volume maksimal pada hari Selasa sore arah utara pukul 18.00 - 20.00 WIB sebesar 3084,3 smp/jam dan arah selatan pukul 08.00 - 09.00 WIB sebesar 2663,1 smp/jam dan kecepatan arus bebas adalah 57 km/jam. Memiliki nilai derajat kejenuhan arah utara 1,4681 dan selatan 1,7003 maka tingkat pelayanan masuk dalam kategori F yang berarti pelayanan jalan sangat buruk karena volume lalu lintas melebihi kapasitas jalan. Solusinya adalah meminta bantuan aparat pemerintah untuk mengimbau masyarakat agar lebih disiplin dalam berkendara.
Analisis Kelayakan Finansial Proyek Pembangunan Hunian Sewa Vertikal di Kota Surakarta Katlya, Bunga; Widyatami, Filki Suri
English Vol 3 No 2 (2025): Volume 3 - Nomor 2 - Oktober 2025
Publisher : Fakultas Teknik dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/jttt.v3i2.979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial proyek pembangunan hunian sewa vertikal di Kota Surakarta. Pertumbuhan penduduk di wilayah perkotaan dan keterbatasan lahan menjadi dorongan utama perlunya pembangunan hunian vertikal yang efisien secara lahan dan berkelanjutan secara ekonomi. Dalam penelitian ini, kelayakan finansial dianalisis melalui tiga parameter utama, yaitu Net Present Value (NPV), Benefit-Cost Ratio (BCR), dan Break Even Point (BEP). Data yang digunakan berasal dari estimasi biaya konstruksi, biaya operasional, serta proyeksi pendapatan sewa tahunan selama masa operasi proyek. Hasil analisis menunjukkan total biaya investasi sebesar Rp 5.090.432.901 dengan pendapatan tahunan Rp 1.050.000.000 dan biaya operasional tahunan Rp 200.010.270. Berdasarkan perhitungan dengan tingkat diskonto 5,25% dan umur proyek 15 tahun, diperoleh nilai NPV sebesar Rp 3.584.954.566, BCR sebesar 1,502 (>1), serta BEP pada tahun ke-7,38. Nilai NPV yang positif dan BCR lebih besar dari satu menunjukkan bahwa proyek menghasilkan keuntungan bersih dalam nilai kini dan layak secara ekonomi. Sementara itu, BEP yang tercapai lebih awal menandakan bahwa pengembalian investasi dapat dicapai dalam jangka menengah. Dengan demikian, proyek ini memenuhi kriteria kelayakan finansial berdasarkan teori ekonomi teknik Grant, yang menekankan kesetaraan nilai uang terhadap waktu (present worth equivalence) dalam pengambilan keputusan investasi