Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBUATAN PLANG EDUKASI LAMANYA SAMPAH ANORGANIK TERURAI DI DESA WATUNGGARANDU KECAMATAN LALONGGASUMEETO KABUPATEN KONAWE Yusran, Sartiah; Bahar, Hartati; Findriyanti, Findri; Kombong, Oselya Meidy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Indonesia
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jpmki.v3i1.2081

Abstract

Trash is anything that is simply thrown away, and in many cases, it causes problems for the environment. A World Bank report shows that the amount of waste in cities around the world is expected to continue to increase by 70% from this year to 2025, from 1.3 billion tonnes per year to 2.2 billion tonnes per year. The largest increases occurred in cities in poor countries. Based on World Bank data, domestic waste generation in Indonesia is 151,921 tons per day, which means that each Indonesian resident throws away approximately 0.85 kilograms of waste every day. Based on the same data, only 80% of all waste produced globally is collected, while the rest is destroyed and pollutes the environment. From the results of a field survey carried out in Watungarandu Village, Lalonggasumeeto District, Konawe Regency, we found that there was still a lot of rubbish that was not disposed of properly, was thrown in random places and was also littered everywhere. This is what motivates us MD-MBKM KKN students in Watungarandu Village to provide education to create public awareness not to litter. The aim of installing this waste education sign is to provide awareness to the public about the dangers of waste that is thrown away carelessly. The trash sign itself explains how long it takes for the trash to decompose. The methods used are presentations and consultations. The results of this activity aim to increase public awareness of the dangers of littering and improve the welfare of the people of Watungarandu Village.
Hubungan Pola Makan, Sedentary Lifestyle dan Durasi Tidur Dengan Kejadian Gizi lebih Pada Remaja Di SMA Negeri 9 Kendari Tahun 2024: Hubungan Pola Makan, Sedentary Lifestyle dan Durasi Tidur Dengan Kejadian Gizi lebih Pada Remaja Di SMA Negeri 9 Kendari Tahun 2024 findriyanti, findri; Wa Ode Salma; Devi Savitri Effendy; La Ode Muhamad Sety; Hariati Lestari; Rizki Eka Sakti Octaviani Kohali
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.194

Abstract

Latar belakang: Gizi lebih terjadi karena berbagai hal, tapi yang utama adalah ketidakseimbangan energi. Di Provinsi Sulawesi Tenggara, pada tahun 2023, jumlah remaja berusia 13-15 tahun yang mengalami overweight dan obesitas masing-masing adalah 9,0% dan 2,9%. Tujuan: penelitian ini ingin mencari tahu bagaimana pola makan, gaya hidup tidak aktif, dan waktu tidur berhubungan dengan masalah gizi lebih pada remaja. Metode: penelitian ini menggunakan cara observasional analitik dengan desain cross sectional. Ada 278 responden yang menjadi sampel yang dipilih dengan teknik pemilihan acak sederhana. Untuk analisis datanya, digunakan uji Chi-square. Hasil: menunjukkan bahwa pola makan (nilai p = 0,003), gaya hidup tidak aktif (nilai p = 0,021), dan waktu tidur (nilai p = 0,026) semuanya lebih kecil dari nilai p = 0,05. Kesimpulan: ada hubungan antara pola makan, gaya hidup tidak aktif, dan waktu tidur dengan masalah gizi lebih pada remaja. Sebaiknya, remaja harus menjaga pola makan yang sehat dengan mengurangi makanan yang tinggi kalori, lebih aktif bergerak untuk mengurangi gaya hidup tidak aktif, dan memastikan waktu tidur yang cukup untuk mendukung kesehatan. Dengan menjalani kebiasaan sehat secara teratur, remaja bisa mencegah masalah gizi lebih dan mencapai pertumbuhan yang baik dan berkelanjutan.