Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERHITUNGAN EFISIENSI PERPINDAHAN PANAS PADA UNIT COOLER DI PT. XY Kristina Tarigan, Ratna
JURNAL VOKASI TEKNIK Vol 1 No 03 (2023): JURNAL VOKASI TEKNIK (JUVOTEK)
Publisher : CV MEDAN TEKNO SOLUSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XY  Medan merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi pupuk NPK. Salah satu produk pupuk NPK yang dihasilkan adalah produk pupuk NPK formula 12:12:17:2. Pada pupuk NPK 12:12:17:2 memiliki 12% unsur N (urea) 12% unsur P (P2O5), 17% unsur K (KCl), dan 2% Mg (MgO). Salah satu tahap dalam pembuatan pupuk NPK yaitu proses Cooler (pendinginan). Jenis Cooler yang digunakan adalah rotary cooler. Dimana Cooler memiliki kecepatan putaran 7 rpm dan kemiringan 2o. Pendingin yang  digunakan adalah udara yang berasal dari udara luar Cooler yang dihisap kedalam ruang menggunakan exhaust fan. Efisiensi perpindahan panas sangatlah penting  untuk diperhatikan karena panas yang tidak sesuai akan mempengaruhi produk produk pupuk NPK. Selain menjaga agar produk pupuk NPK yang diperoleh  sesuai, perhitungan efisiensi juga diperlukan guna mengetahui apakah perpindahan panas pada alat berlangsung dengan efisien atau tidak. Sehingga  dapat diketahui apakah suatu alat tersebut membutuhkan perbaikan  (pengoptimalan) atau tidak. Lama pupuk NPK di dalam Cooler yaitu selama 10  menit Suhu dari pupuk NPK rata-rata yang masuk kedalam rotary Cooler ialah 66,8oC dengan laju alir sebesar 6000 kg dan suhu masuk udara rata-rata ialah 34oC dengan laju alir rata-rata udara sebesar 12.626,6132 kg/jam. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa jumlah panas rata-rata yang dilepaskan pupuk NPK formula  12:12:17:2 pada proses pendinginan adalah sebesar 28.478,9244 kkal/jam dan panas  yang diserap udara rata-rata sebesar 26.332,98 kkal/jam. Sehingga Efisiensi Perpindahan Panas rata-rata yang dari hasil perhitungan sebesar 82,09%. Standar kadar air pada pupuk NPK formula 12:12:17:2 maksimal 2% dan kadar air rata-rata pada saat selesai proses adalah 1,444%.
PERHITUNGAN DEBIT KOAGULAN POLY ALUMINIUM CHLORIDE (PAC) YANG DIINJEKSIKAN PADA AIR BAKU PROSES PENGOLAHAN AIR PT. X Kristina Tarigan, Ratna
JURNAL VOKASI TEKNIK Vol 2 No 1 (2024): JURNAL VOKASI TEKNIK (JUVOTEK)
Publisher : CV MEDAN TEKNO SOLUSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poly Aluminium Chloride adalah bahan kimia yang digunakan untuk menurunkan tingkat kekeruhan air. Poly Aluminium Chloride akan menggumpalkan bahan pengotor dalam air menjadi partikel yang lebih besar sehingga lebih mudah di endapkan. Jumlah koagulan yang ditambahkan ke dalam air harus tepat agar maksimal dalam menurunkan tingkat kekeruhan air. Untuk mengetahui dosis optimum tersebut maka dilakukan prosedur jar test. Jar test dilakukan dengan pembubuhan koagulan dengan variasi yang berbeda. Jar test akan memberikan hasil bagaimana pengaruh variasi jumlah koagulan terhadap tingkat kekeruhan air. Pada air dengan kekeruhan 25,2 NTU dosis koagulan PAC optimum yang digunakan adalah sebesar 30 ppm. Dengan dosis tersebut maka jumlah koagulan PAC yang diinjeksikan ke dalam air baku di water treatment plant adalah sebesar 56,0747 ml/s.
Pengaruh Kecepatan Putaran Terhadap Efisiensi Pemecahan Biji Pada Ripple Mill PT. X PKS Kristina Tarigan, Ratna; Al Farisi Nasution, Rifki
JURNAL VOKASI TEKNIK Vol 3 No 2 (2025): JURNAL VOKASI TEKNIK (JUVOTEK)
Publisher : CV MEDAN TEKNO SOLUSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ripple mill merupakan alat yang digunakan untuk memecahkan biji kelapa sawit sehingga terpisah antara inti dan cangkang. Efisiensi pemecahan biji pada ripple mill adalah persentase kemampuan ripple mill untuk memecahkan biji menjadi inti dan cangkang dengan parameter penentu adalah banyaknya biji utuh yaitu biji yang tidak berhasil dipecah dan biji pecah yang merupakan inti yang masih melekat pada cangkang pecah. Target pemecahan adalah sebanyak mungkin menghasilkan inti kelapa sawit yang tidak pecah (inti utuh) dengan efisiensi pemecahan minimal 98% dan inti pecah maksimal 12%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi hasil pemecahan biji, efisiensi pemecahan biji dan kecepatan putar rotor yang tepat pada ripple mill. Penelitian dilakukan dengan cara menghitung persentase masing-masing komponen cracked mixture output ripple mill. Dengan menggunakan 4 variasi kecepatan putar rotor yaitu 876 Rpm, 1168 Rpm, 1460 Rpm, dan 1752 Rpm maka diperoleh efisiensi pemecahan biji pada Ripple Mill bert rut-turut sebesar 93,14%; 95,71%; 97,02%; dan 98,87%. Dengan inti pecah yang dihasilkan berturut-turut adalah 10,32%, 10,64%; 11,74%; 12,28%. Sehingga kecepatan putaran rotor yang paling tepat adalah 1752 Rpm