Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

The Role of Digital Literacy and Financial Literacy on the Use of Islamic Fintech Moderated by Religiosity the Impact on Personal Financial Management Aziz, Abdul; Giantoro Pamungkas; Alifa, Naufal Luthfi; Wendy Wijaya; Layaman
International Journal of Sustainable Applied Sciences Vol. 1 No. 6 (2023): December 2023
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijsas.v1i6.1019

Abstract

Financial management skills are a very important and necessary topic, because currently Indonesians, including Cirebon's digital natives (millennials and generation Z), still do not realise the importance of good financial management habits. Sharia financial technology is one of the digital financial innovations that is useful as a personal financial management tool for its users wherever and whenever they are. However, the development of Islamic fintech is still far behind compared to conventional fintech. This study aims to determine the effect between digital literacy and financial literacy on the use of Islamic fintech moderated by religiosity and its impact on personal financial management. This research was conducted with a quantitative method, using a moderated mediation analysis model. The results showed that digital literacy has a significant positive effect on the use of Islamic fintech, but financial literacy has no positive effect. Meanwhile, religiosity cannot moderate the relationship between digital literacy and the use of Islamic fintech and the relationship between financial literacy and the use of Islamic fintech. And the use of Islamic fintech has an influence on personal financial management.
PENGUATAN PERAN LEMBAGA EKONOMI SYARIAH MELALUI KEBIJAKAN BERKELANJUTAN Muhammad Irfan; Alifa, Naufal Luthfi; Daffa Achmad Fakih; Dimas Abdul Hadi
Al-Iqtishad: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 01 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/al-iqtishad.v7i01.1382

Abstract

Islamic economic institutions are expected to serve as key drivers of equitable and inclusive development grounded in the values of maqāṣid al-sharīʿah. However, current realities indicate limited integration of sustainability principles and a dominant short-term profit orientation, which constrains the social contribution of Islamic institutions to public welfare. This study focuses on public policies aimed at strengthening the capacity and role of Islamic economic institutions in promoting a sustainable financial system; the implementation of sustainable governance (good governance) to enhance stability and public trust in Islamic financial institutions; the institutional integration of green finance and social finance; and cross-sector collaboration strategies among government, academia, and industry to reinforce an inclusive and globally adaptive Islamic economic ecosystem. The research employs a descriptive qualitative method using a literature review and policy analysis approach. The findings indicate that: (1) strengthening Islamic economic institutions requires comprehensive public policy synergies encompassing regulatory, fiscal, and social dimensions; (2) sustainable governance enhances the legitimacy and competitiveness of Islamic financial institutions; (3) the integration of green finance and social finance plays a strategic role in achieving a socially just and environmentally sustainable economic system; and (4) cross-sector collaboration is a critical factor in formulating adaptive policies aligned with maqāṣid al-sharīʿah amid global change.
Perbandingan Dinamika Kelembagaan Ekonomi Islam di Negara Malaysia dan Amerika Serikat dalam Menghadapi Era Globalisasi 4.0 Aisyah, Siti; Alifa, Naufal Luthfi
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/jimi.v1i2.70

Abstract

Idealnya, kelembagaan ekonomi Islam menuntut integrasi nilai-nilai syariah yang berorientasi pada keadilan, keberlanjutan, serta kesejahteraan sosial melalui etika, transparansi, dan optimalisasi instrumen keuangan syariah. Namun implementasinya tidak selalu berjalan mulus. Di negara mayoritas Muslim seperti Malaysia, yang dikenal sebagai pusat keuangan Islam global, efektivitas kelembagaan masih menghadapi hambatan, terutama terkait literasi masyarakat, keterbatasan inovasi produk, dan kebutuhan penguatan kapasitas industri. Sementara itu, di negara minoritas Muslim seperti Amerika Serikat, perkembangan ekonomi Islam berjalan lebih terbatas akibat minimnya dukungan kebijakan, rendahnya literasi publik, serta jumlah lembaga keuangan syariah yang masih sangat sedikit. Penelitian ini dilakukan untuk menelaah kondisi ekonomi dan geografis kedua negara, dinamika perkembangan lembaga keuangan syariah, tantangan utama, serta strategi penguatan kelembagaan yang dapat direfleksikan bagi Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan referensi jurnal nasional dan internasional periode 2016–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Malaysia memiliki posisi strategis di Selat Malaka yang mendukung sektor manufaktur dan perdagangan global, sedangkan Amerika Serikat bertumpu pada jasa, industri, dan teknologi sebagai motor ekonomi; (2) LKS di Malaysia berkembang secara terintegrasi dalam sistem nasional, sementara di AS bersifat komunitas dan terbatas, meskipun keduanya mulai memanfaatkan digitalisasi untuk memperluas akses; (3) Tantangan Malaysia terletak pada persepsi publik dan keragaman produk, sedangkan AS menghadapi kendala regulasi, ukuran pasar, dan literasi; (4) Indonesia dapat mengambil pelajaran dengan memadukan kekuatan kedua model untuk membangun sistem keuangan syariah yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
Analisis Komparatif Kelembagaan Ekonomi Islam di Brunei Darussalam dan Singapura serta Implikasinya bagi Penguatan Ekonomi Islam di Indonesia Fatah, Ahmaddhan Ayyasal; Alifa, Naufal Luthfi
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/jimi.v1i2.74

Abstract

Beberapa survei dan kajian mengenai penguatan kelembagaan ekonomi Islam di Asia Tenggara menunjukkan bahwa meskipun Brunei Darussalam dan Singapura memiliki ekosistem keuangan syariah yang berkembang, masih terdapat kesenjangan penelitian terkait bagaimana kedua negara tersebut dapat menjadi model strategis bagi Indonesia dalam membangun arsitektur kelembagaan keuangan Islam yang lebih kokoh dan berdaya saing global. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan serta strategi kelembagaan ekonomi Islam di Brunei dan Singapura, sekaligus merumuskan implikasi serta model adaptif yang relevan bagi konteks Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literatur kualitatif melalui penelusuran jurnal internasional, laporan lembaga keuangan, kebijakan nasional, serta kerangka regulasi regional ASEAN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brunei unggul dalam legitimasi syariah, konsolidasi hubungan agama–negara, dan konsistensi kebijakan pemerintah dalam membangun sistem keuangan syariah secara terstruktur. Sebaliknya, Singapura menonjol melalui inovasi keuangan, keterhubungan global, kerangka regulasi yang progresif, serta kapabilitas teknologi yang memungkinkan pengembangan Islamic fintech, green sukuk, dan instrumen keuangan berkelanjutan lainnya. Keduanya menghadirkan karakteristik yang saling melengkapi dan sangat relevan sebagai rujukan strategis bagi Indonesia. Temuan ini menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar mengembangkan model hibrida keuangan Islam yang memadukan kekuatan regulatif Brunei dengan keunggulan inovatif Singapura. Hal ini dapat dilakukan melalui penguatan koordinasi kelembagaan, diversifikasi instrumen syariah, kolaborasi regional, peningkatan kapasitas SDM, serta percepatan digitalisasi. Kontribusi utama penelitian ini adalah menawarkan kerangka konseptual integratif yang dapat digunakan pemerintah dan pemangku kebijakan untuk meningkatkan daya saing industri keuangan syariah nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan Islam di kawasan Asia Tenggara dan global.
IMPLEMENTASI ZAKAT DAN WAKAF DALAM KEBIJAKAN FISKAL: IMPLIKASI TERHADAP KESEJAHTERAAN SOSIAL DAN PEMBANGUNAN EKONOMI Faozan, Achmad; Maula, Rifqotul; Nuraniyah, Khofifah; Alifa, Naufal Luthfi; Aziz, Abdul
Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/iltizam.v2i2.6391

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengurai secara mendalam implementasi zakat dan wakaf di Indonesia dalam kebijakan fiskal, serta implikasinya terhadap kesejahteraan sosial dan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini, menghasilkan suatu kesimpulan bahwa implementasi zakat dan wakaf dalam kebijakan fiskal diatur dalam undang-undang. Implikasi zakat dalam kesejahteraan sosial adalah memberikan kebermanfaatan sosial mustahik, adapun dalam pertumbuhan ekonomi zakat produktif seperti pemberdayaan mustahik dalam berniaga. Implikasi wakaf terhadap kesejahteraan sosial seperti pengadaan lahan untuk tempat pendidikan dan kesehatan. Adapaun implikasi wakaf terhadap pertumbuhan ekonomi seperti eksitensi wakaf produktif untuk mengembangkan potensi masyarakat dari wakif.
Studi Perbandingan Kelembagaan Ekonomi Islam di Berbagai Benua: Dinamika, Peluang, dan Tantangan Khafsah, Zannubah; Rokhayani, Yeni; Acep Ubay Bayanulhaq, Acep; Alifa, Naufal Luthfi
Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 3 No. 2 (2026): Iltizam : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/iltizam.v3i2.8318

Abstract

Abstrak: Meskipun kelembagaan ekonomi Islam idealnya menjadi pilar yang menjamin keadilan, transparansi, dan keseimbangan ekonomi global, kenyataannya penerapannya di berbagai benua masih menghadapi kesenjangan tata kelola, regulasi yang belum harmonis, serta keterbatasan adaptasi terhadap dinamika globalisasi ekonomi. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana kelembagaan ekonomi Islam dapat diadaptasi dan diperkuat agar tetap relevan, berdaya saing, dan berkelanjutan di tengah tantangan regulasi, disrupsi teknologi, serta perbedaan konteks sosial di Asia, Amerika, Eropa, Afrika, dan Oseania. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis data sekunder yang bersumber dari laporan lembaga keuangan, publikasi ilmiah internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tantangan kelembagaan ekonomi Islam di berbagai benua meliputi lemahnya kepatuhan syariah, keterbatasan regulasi, dan rendahnya literasi keuangan syariah; (2) penerapan kelembagaan Islam di setiap benua berbeda sesuai konteks sosial, hukum, dan ekonomi masing-masing wilayah; (3) strategi penguatan kelembagaan menekankan pentingnya integrasi tata kelola syariah, inovasi digital, serta dukungan kebijakan lintas negara; serta (4) kelembagaan ekonomi Islam memiliki dampak terhadap pertumbuhan inklusif, stabilitas keuangan, serta keadilan sosial di tingkat global. Dengan demikian, penguatan kelembagaan ekonomi Islam lintas-benua menjadi kunci membangun sistem ekonomi global yang etis, resilien, dan berkelanjutan.
Dinamika Kelembagaan Ekonomi Islam Dalam Pengembangan Wakaf Produktif Di Qatar-Singapura Dan Implikasinya Bagi Indonesia Alfarel, Muhammad Refan; Alifa, Naufal Luthfi
WELFARE: Journal of Islamic Economics and Finance Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Prodi Perbankan Syariah UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana karakter geografis, demografis, dan ekonomi Qatar dan Singapura membentuk model kelembagaan wakaf produktif, serta menelaah relevansinya bagi penguatan tata kelola wakaf di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis dokumen secara sistematis untuk memahami struktur kelembagaan, kerangka regulasi, dan strategi manajerial yang diterapkan di kedua negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qatar mengembangkan model kelembagaan yang bersifat state-driven dengan dukungan kapasitas fiskal yang kuat, sehingga memungkinkan pengelolaan aset wakaf secara terpusat dan terarah pada perencanaan pembangunan jangka panjang. Sebaliknya, Singapura menerapkan model regulatory-governance yang menekankan profesionalisasi, transparansi, dan konsolidasi aset sehingga wakaf dapat berfungsi produktif meskipun berada di negara dengan minoritas Muslim. Analisis komparatif mengungkap adanya kesenjangan kelembagaan di Indonesia, terutama terkait fragmentasi pengelolaan, rendahnya profesionalisme nadzir, dan belum optimalnya integrasi aset. Penelitian ini menegaskan perlunya Indonesia membangun model kelembagaan hibrida yang menggabungkan koordinasi negara dengan praktik pengelolaan profesional berbasis pasar. Penguatan regulasi, konsolidasi aset, peningkatan kapasitas nadzir, serta perluasan instrumen investasi inovatif menjadi langkah kunci untuk mengoptimalkan peran wakaf produktif dalam mendukung pembangunan nasional.
Strategi Advokasi Kebijakan Berbasis Penelitian Ekonomi Islam dalam Mendorong Penguatan Regulasi Dendi, Ahmad; Nuraisyah, Azahra Rizky; Yanti, Rizma; Alifa, Naufal Luthfi
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026 (Publication in press)
Publisher : Faculty of Economics and Business Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/jekobs.v5i1.15124

Abstract

This study examines research-based policy advocacy strategies in Islamic economics to strengthen regulations and institutional frameworks oriented toward justice and public welfare. Using a qualitative library research approach, this study analyzes academic literature and policy documents published between 2020 and 2025 through content analysis. The findings show that research-based advocacy plays a crucial role in linking academic knowledge with Islamic economic policymaking. Academics contribute significantly to policy innovation, while the integration of Islamic ethical values supports institutional sustainability. Furthermore, collaboration through the triple helix model enhances participatory and welfare-oriented governance. These findings highlight the importance of integrating empirical research into Islamic economic regulation based on maqashid al-sharia. Penelitian ini menganalisis strategi advokasi kebijakan berbasis penelitian ekonomi Islam dalam memperkuat regulasi dan kelembagaan yang berorientasi pada keadilan dan kemaslahatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan terhadap literatur akademik dan dokumen kebijakan periode 2020–2025 dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa advokasi kebijakan berbasis riset berperan efektif dalam menjembatani akademisi dan pembuat kebijakan, sementara kolaborasi model triple helix memperkuat tata kelola kelembagaan ekonomi syariah yang partisipatif dan berkelanjutan. Selain itu, internalisasi nilai etika Islam seperti amanah dan tanggung jawab sosial menjadi faktor penting dalam keberlanjutan lembaga ekonomi syariah. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi riset akademik dalam perumusan kebijakan untuk memperkuat regulasi ekonomi Islam berbasis maqashid syariah.