Membaca dan menulis adalah dua keterampilan berbahasa yang sangat penting untuk dikuasai oleh siswa. Namun, hasil observasi yang telah dilakukan di SMA Negeri 1 Baleendah menunjukkan bahwa hasil belajar siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji: (a) perbedaan aktivitas siswa menggunakan model pembelajaran sinektik dan model konvensional, (b) perbedaan kreativitas siswa menggunakan model pembelajaran sinektik dan model konvensional, (c) perbedaan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran sinektik dan model konvensional, (d) korelasi antara kreativitas dan hasil belajar, dan (e) tanggapan pengamat dan siswa terhadap penggunaan model sinektik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran dengan desain tertanam. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Baleendah dan sampel acak dipilih dengan kelas X IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 3 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes dan non-tes. Instrumen tes yang digunakan adalah tes kemampuan siswa untuk mengekspresikan karakterisasi karakter dan instrumen non-tes yang diterapkan adalah dalam bentuk kuesioner, observasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) Kegiatan siswa yang menggunakan model synectics lebih baik daripada yang menggunakan yang konvensional. Ini didukung oleh data indeks gain dengan perbandingan yang mencapai rata-rata 35,64: 21,50. 2) Kreativitas siswa yang menggunakan model sinektik lebih baik daripada yang menggunakan model konvensional. Ini didukung oleh data indeks gain dengan perbandingan yang mencapai rata-rata 16,20: 13,46. 3) Hasil belajar siswa yang menggunakan model sinektik lebih baik daripada yang menggunakan model konvensional. Ini didukung oleh data indeks gain dengan perbandingan yang mencapai rata-rata 21,12: 18,34. 4) Ada hubungan antara kreativitas dan hasil belajar siswa dengan koefisien korelasi sebesar 0,875 di kelas dengan model sinektik dan 0,824 di kelas dengan pembelajaran konvensional. 5) Tanggapan siswa dan pengamat terhadap model pembelajaran sinektik sangat positif dengan skor kuesioner rata-rata yang mencapai 43,58 dan 46,50 yang tergolong kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, model synektik dalam kegiatan belajar mengajar sangat cocok digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran untuk mengekspresikan karakterisasi karakter dalam teks biografi.