Kurniadi, Kunkun
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Hermeneutika Dilthey Terhadap Unsur Bahasa Kias dalam Kumpulan Puisi Tadarus Karya A. Mustofa Bisri Berindikasi Nilai Karakter sebagai Alternatif Bahan Ajar Apresiasi Sastra di Kelas X SMK Bastaman, Abdulloh; Kurniadi, Kunkun
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 4 No 1 (2023): Vol. 4 No. 1, Mei 2023
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/wistara.v4i1.4407

Abstract

Karya sastra merupakan gambaran hasil rekaan kehidupan, yang mampu meninggalkan kesan, serta sebagai wahana untuk mendidik masyarakat tentang nilai-nilai sosial, perilaku yang luhur (nilai karakter), dan estetika (keindahan). Namun, untuk memahami karya sastra terutama puisi tidaklah mudah, disebabkan puisi menyampaikan sesuatu secara tidak langsung, yakni membungkus makna dengan bahasa kias sehingga menjadi simbol yang menyimpan arti. Hermeneutika Dilthey dipilih sebagai alat kajian penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep pengalaman hidup, konsep ungkapan, dan pemahaman untuk mengetahui jenis bahasa kias dan kandungan nilai karakter dalam puisi Tadaruskarya A. Mustofa Bisri. Objek penelitian ini adalah dua belas puisi yang dipilih dari kumpulan puisi Tadarus. Melalui pertimbangan khusus hasil kajian ini digunakan sebagai alternatif bahan ajar. Data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Keabsahan data diperkuat dengan validitas expert-judgment. Hasil penelitian menunjukkan (1) jenis bahasa kias yang terdapat pada dua belas puisi tergolong pada jenis bahasa kias perbandingan (perumpamaan, metafora, personipikasi, alegori, dan pleonasme), pertentangan (hiperbola), pertauan (alusi, epitet, erotesis, ellipsis, dan asindeton), serta perulangan (mesodilopsis, epizeukis, tautology, dan anafora). (2) Dua belas puisi yang telah dianalisis syarat dengan kandungan nilai karakter. Nilai karakter tersebut; religius, nasionalis, integritas, mandiri, dan gotong royong. (3) Berdasarkan pertimbangan kajian hermeneutika Dilthey terhadap unsur bahasa kias untuk mengetahui kandungan nilai karakter, kedua belas puisi dalam kumpulan puisi Tadarus layak dijadikan bahan ajar mata pelajaran bahasa Indonesia pada siswa X SMK.