Masa remaja sangat membutuhkan zat gizi lebih tinggi karena pertumbuhan fisik dan perkembangan yang terjadi saat peralihan dari masa anak-anak ke masa remaja, ketidakseimbangan antara makanan yang dikonsumsi dengan kebutuhan pada remaja akan menimbulkan masalah gizi pada remaja. Tingkat pengetahuan gizi berhubungan dengan sikap dan perilaku memilih makanan yang menentukan mudah tidaknya seseorang memahami manfaat kandungan gizi dari makanan yang dikonsumsi. Untuk Mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan frekuensi makan dengan status gizi remaja di SMP Negeri 29 Samarinda. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri dengan jumlah sampel 75 remaja, Teknik yang diambil yaitu menggunakan teknik sampling simple random sampling. Pengambilan data dengan menggunakan pengukuran Antropometri status gizi (IMT) dan pengisian kuesioner, data dianalisis dengan uji chi-square. Terdapat hubungan antara Pengetahuan gizi dengan Status Gizi diperoleh p- value 0,000 serta Frekuensi makan dengan Status gizi remaja putri kelas 9 di SMP Negeri 29 Samarinda diperoleh p- value 0,000. Terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dengan Status gizi remaja putri kelas 9 di SMP Negeri 29 Samarinda. Terdapat hubungan antara Frekuensi makan dengan Status gizi remaja putri kelas 9 di SMP Negeri 29 Samarinda. Adanya kolaborasi dari Sekolah dan Tenaga kesehatan dalam melakukan penjaringan kesehatan & edukasi tentang gizi pada remaja.