Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektifitas TikTok sebagai Media Literasi Digital untuk Meningkatkan Pengetahuan Program Penjaminan Simpanan bagi Generasi Milenial Qautsar Pratama, M. Al Qautsar Pratama; Palupi, Anggi Trivina
Medio Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/mji.v2i1.2653

Abstract

Lembaga Penjaminan Simpanan merupakan salah satu lembaga negara yang independen dan memiliki tanggung jawab langsung ke Presiden. Lembaga yang didirikan tahun 2004 ini diharapkan bisa membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan akibat dampak dari krisis tahun 1998 sehingga posisi LPS sangat krusial dalam menjamin sektor perbankan tetap stabil dan sehat. Penelitian ini didasari atas kurangnya literasi masyarakat terhadap program-program LPS sehingga dibutuhkan media yang tepat guna dan bisa diakses oleh semua kalangan. Salah satu new media yang ditawarkan adalah TikTok, sebagai media yang berkembang pesat akhir-akhir ini. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan quasi eksperimental design. Rancangan penelitiannya menggunakan one.group.pretest-posttest with control group. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah generasi milenial dengan rentang tahun kelahiran antara 1980 -1995 di lingkungan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Pembahasan penelitian ini akan mengupas sejauh mana persentase efektifitas TikTok sebagai media literasi dalam mengenalkan program-program LPS.
Netnographic research in understanding social media as a new public sphere Palupi, Anggi Trivina
Digital Theory, Culture & Society Vol. 2 No. 1 (2024): July
Publisher : C-DISC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61126/dtcs.v2i1.31

Abstract

The development of information and communication technology and new media has brought a new dimension of public space to society. In the 19th century, the realization of a public space that really facilitated public communication was very limited due to the domination of public space by the state and industrial corporations. However, with the existence of the Internet, it is possible for a new public space or new public sphere called social media to emerge. The emergence of social media has succeeded in changing people’s interaction and communication patterns from offline to online. This has implications for the emergence of social media phenomena, both positive and negative. In order to understand the facts of sociality in online spaces or social media, a new research method technique called netnography is needed. Netnography is present as a lens and mitigator for various forms of changes in interaction and communication patterns in online spaces, which ultimately give rise to a new online culture.
GENDER BIAS IN METHODOLOGICAL NEUTRALITY: CRITIQUE AND ALTERNATIVES FROM A FEMINIST PERSPECTIVE Palupi, Anggi Trivina
Kafa`ah: Journal of Gender Studies Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jk.v15i2.879

Abstract

This study aims to critique the claim of neutrality in qualitative social research methodologies, which have long been considered objective and value-free. Through a feminist epistemological approach, this research demonstrates that the claim of objectivity often conceals masculine dominance and power relations in the construction of scientific knowledge. Using a descriptive qualitative method and a critical discourse analysis approach along with feminist reflection, this study analyzes literature and case studies that represent gender bias in social research design. The findings indicate that conventional methodologies tend to overlook the complexity of women's experiences and other marginalized groups. In response to this, the study proposes alternative, more gender-inclusive qualitative methodologies, such as gender-sensitive interviews, feminist autoethnography, and reflective narrative methods, which allow for more equitable representation in the knowledge production process. Findings reveal gender bias in research that neglects women’s perspectives, alongside three proposed inclusive methodologies to address this imbalance.
Pemberdayaan Pengrajin Anyaman Bambu Desa Wonosuko Melalui Optimalisasi Pemasaran Digital dan Penguatan Branding Berbasis Asset-Based Community Development Ayatullah Ababil; Wayan Sa’ah Maisuri; Afifah Rahmawati Trisnaningrum; Dini Iklillah; Yanti Anggraeni; Zulfa Nurul Maulida; Muhammad Habiburrahman; Qurrotul Aini; Desy Nafilah Nurlaili; Alif Fatuz Zakia; Ibnu Haluan; Wardatus Sholihah; Muhammad Ferdi Hasan; Gesha Ayu Hanifah; Dinda Ayulia Fatra; Anggi Trivina Palupi
Setia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Politeknik STIA LAN Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/setiamengabdi.v7i1.101

Abstract

Desa Wonosuko memiliki potensi besar dalam kerajinan anyaman bambu, namun menghadapi keterbatasan pemasaran yang menyebabkan rendahnya jangkauan pasar produk. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan daya saing usaha anyaman bambu melalui optimalisasi pemasaran digital dan penguatan branding berbasis pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Kegiatan dilaksanakan melalui identifikasi aset lokal, perencanaan program bersama mitra, pelatihan pemasaran digital, pendampingan pengelolaan media sosial, serta evaluasi hasil kegiatan. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, pelatihan, dan pendampingan kepada pengrajin anyaman bambu. Program yang dilakukan mencakup pembuatan identitas merek, pengembangan akun media sosial, produksi konten promosi, dan penyediaan perangkat pendukung pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan jangkauan pemasaran dan permintaan produk. Sebelum pendampingan, penjualan rata-rata hanya 8–10 produk per bulan, sedangkan setelah program mitra memperoleh pesanan sekitar 70 produk anyaman bambu untuk kebutuhan souvenir pernikahan dari desa lain. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pemasaran digital dan branding berbasis aset lokal efektif dalam memperluas pasar serta meningkatkan daya saing UMKM kerajinan bambu.