Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan menguji pengaruh secara parsial dan simultan media sosial Instagram, TikTok, dan Twitter terhadap peningkatan penjualan. Untuk mengetahui variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap peningkatan penjualan merchandise K-Pop pada toko online Milkypurplee. Penelitian ini dilaksanakan di Milkypurplee Purwokerto, sedangkan sasaran objek penelitian ini adalah konsumen yang telah membeli merchandise K-Pop di Milkypurplee serta pengikut media sosial Milkypurplee di Instagram, TikTok, dan Twitter. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 103 responden. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kuantitatif, dengan mengumpulkan data melalui angket dan data wawancara. K-Pop semakin populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Dengan semakin populernya K-Pop menyebabkan industri merchandise K-Pop juga semakin berkembang. Dalam industri musik K-Pop, merchandise adalah salah satu cara yang digunakan oleh agensi dan artis untuk memperluas bisnis dan memperkuat branding. Karena hal ini, muncul sebuah bisnis berupa penjualan merchandise K-Pop yang banyak digandrungi para penggemar K-Pop saat ini seperti album, poster, kaos, hingga aksesoris. Salah satu cara yang efektif untuk lebih meningkatkan pelayanan serta dapat mempengaruhi pengembangannya yaitu dengan menggunakan strategi pemasaran yang baik melalui media digital. Saat ini media sosial seperti Instagram, Tiktok, dan Twitter adalah media-media yang memiliki jumlah pengguna luar biasa di mana di dalamnya dapat berbagi informasi melalui internet. Kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan uji T (parsial) dan uji F (simultan) bahwa Instagram, TikTok dan Twitter berpengaruh positif secara signifikan terhadap peningkatan penjualan di mana variabel Instagram paling dominan pengaruhnya terhadap peningkatan penjualan merchandise K-Pop pada toko online Milkypurplee.