Shintia, Putri Mega
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metode Tafsir Maudhu’i Diperiksa Kembali Sholihat, Novi Nur; Shintia, Putri Mega
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.31105

Abstract

Metode tafsir maudhu’i yang memiliki cara kerja dengan menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an yang membicarakan suatu topik masalah yang sama. Metode tafsir maudhu’i dianggap cocok menjawab tantangan zaman, permasalahan dalam kehidupan dengan seiring berkembangnya zaman. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji metode tafsir maudhu’i dari segi kemunculan, dasar dan urgensi, langkah-langkah penafsiran, serta kelebihan dan kekurangannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research (studi pustaka). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode maudhu'i dalam kitab tafsir muncul pada abad ke-14 Hijriah dan dipengaruhi oleh pemikiran Muhammad 'Abduh, Mahmud Shaltooth, dan Sayyid Ahmad Kamal al-Qumi. Metode tafsir maudhu’i memiliki urgensi salah satunya ialah metode ini dianggap sesuai dengan tuntutan zaman sekarang ini yang mengharapkan penjelasan tuntutan Al-Quran yang umum dan dapat dipahami, dimanfaatkan, serta diamalkan. Al-Farmawi merumuskan langkah-langkah metode tafsir maudhu’i Al-Farmawi, sebagai berikut: pertama, Al-Farmawi menetapkan tema/masalah yang akan dibahas. Kedua, menghimpun ayat yang berkaitan dengan tema. Ketiga, menyusun runtutan ayat sesuai dengan masa turunnya. Keempat, memahami munasabah antar ayat tersebut dalam suratnya masing-masing. Kelima, membuat outline umtuk menyusun pembahasan dengan kerangka yang sempurna. Keenam, mencantumkan hadits yang relevan untuk melengkapi pembahasan. Ketujuh, mempelajari ayat-ayat tersebut secara keseluruhan dengan jalan menghimpun seluruh ayat-ayatnya yang memiliki pengertian yang sama atau mengkompromikan antara ayat yang am dan khas; muthlaq dan muqayyad; atau ayat yang secara lahirnya terkesan bertentangan, sehingga semuanya bertemu dalam satu pusat tanpa perbedaan dan pemaksaan.
Metode Tafsir Maudhu’i Diperiksa Kembali Sholihat, Novi Nur; Shintia, Putri Mega
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 3 No. 4 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i4.31105

Abstract

Metode tafsir maudhu’i yang memiliki cara kerja dengan menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an yang membicarakan suatu topik masalah yang sama. Metode tafsir maudhu’i dianggap cocok menjawab tantangan zaman, permasalahan dalam kehidupan dengan seiring berkembangnya zaman. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji metode tafsir maudhu’i dari segi kemunculan, dasar dan urgensi, langkah-langkah penafsiran, serta kelebihan dan kekurangannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research (studi pustaka). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode maudhu'i dalam kitab tafsir muncul pada abad ke-14 Hijriah dan dipengaruhi oleh pemikiran Muhammad 'Abduh, Mahmud Shaltooth, dan Sayyid Ahmad Kamal al-Qumi. Metode tafsir maudhu’i memiliki urgensi salah satunya ialah metode ini dianggap sesuai dengan tuntutan zaman sekarang ini yang mengharapkan penjelasan tuntutan Al-Quran yang umum dan dapat dipahami, dimanfaatkan, serta diamalkan. Al-Farmawi merumuskan langkah-langkah metode tafsir maudhu’i Al-Farmawi, sebagai berikut: pertama, Al-Farmawi menetapkan tema/masalah yang akan dibahas. Kedua, menghimpun ayat yang berkaitan dengan tema. Ketiga, menyusun runtutan ayat sesuai dengan masa turunnya. Keempat, memahami munasabah antar ayat tersebut dalam suratnya masing-masing. Kelima, membuat outline umtuk menyusun pembahasan dengan kerangka yang sempurna. Keenam, mencantumkan hadits yang relevan untuk melengkapi pembahasan. Ketujuh, mempelajari ayat-ayat tersebut secara keseluruhan dengan jalan menghimpun seluruh ayat-ayatnya yang memiliki pengertian yang sama atau mengkompromikan antara ayat yang am dan khas; muthlaq dan muqayyad; atau ayat yang secara lahirnya terkesan bertentangan, sehingga semuanya bertemu dalam satu pusat tanpa perbedaan dan pemaksaan.