Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pertanggungjawaban Pidana Penggelapan Dalam Perjanjian Kredit Felisitas Palan Lamamere; Maria Virginia Jawaina Wotan; Finsensius Samara; Maria Contasya Ingrainin Atitus; Laurensius Kaba Dami; Yohanes Babtisto Seran
Jaksa : Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Politik Vol 2 No 2 (2024): April: Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Politik
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jaksa.v2i2.1645

Abstract

This research examines criminal liability related to criminal acts of embezzlement in the context of credit agreements. Embezzlement in credit agreements is a complex issue because it involves aspects of civil and criminal law. The aim of this research is to identify and analyze the criminal liability of embezzlement perpetrators in the context of credit agreements, as well as their impact on the criminal justice system. This research uses a normative legal approach to examine related laws and regulations and relevant court decisions. The data was analyzed qualitatively to gain an in-depth understanding of criminal liability in cases of embezzlement in the context of credit agreements. The research results show that criminal liability in credit agreements can involve various aspects, including breach of contract, falsification of documents, or acts of fraud. In this context, the role of criminal law as a means of upholding justice is important to protect injured parties, including financial institutions or creditors.
Mekanisme Penyelesaian Sengketa Tanah Adat Dikecamatan Kota Komba Kelurahan Watu Ngene Kabupaten Manggarai Timur Finsensius Samara; Kristiano Yeskiel; Yohanes Babtisto Seran; Giovani Lucianus M. piera
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3557

Abstract

Penelitian ini mengkaji mekanisme penyelesaian sengketa tanah adat di Kecamatan Kota Komba, Kelurahan Watu Ngene, Kabupaten Manggarai Timur, dengan fokus pada pendekatan tradisional masyarakat adat Manggarai yang melibatkan lembaga adat seperti tu'a teno dan musyawarah kampung untuk menyelesaikan konflik kepemilikan tanah yang sering timbul akibat warisan, pergeseran batas, atau pengaruh modernisasi. Tujuan utama adalah menganalisis efektivitas mekanisme tersebut dalam menjaga harmoni sosial, mengidentifikasi tantangan seperti intervensi hukum negara dan perubahan demografi, serta memberikan rekomendasi untuk integrasi antara hukum adat dan hukum positif Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme adat lebih cepat dan murah dibandingkan proses peradilan formal, meskipun rentan terhadap bias gender dan kurangnya dokumentasi resmi, sehingga diperlukan penguatan melalui regulasi daerah untuk meningkatkan keadilan dan keberlanjutan pengelolaan tanah adat di wilayah tersebut.