Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Pengembangan Potensi Sektor Pariwisata di Kabupaten Kepulauan Anambas Suryanti Nengsih, Neng; Usman Siam, Nurbaiti; Ferizone, Ferizone; Rasid, Dede; Ramdani, Yudi; Normala, Arfia
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : STISIPOL Raja Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56552/jisipol.v5i1.130

Abstract

Abstract Anambas Islands Regency as a new Regency still does not have a tourism sector development plan in the form of RIPPDA (Regional Tourism Development Master Plan). Meanwhile, the RIPPDA policy is really needed in the tourism development process itself. The absence of a RIPPDA-style policy for tourism development has an impact on SOP (Standard Operating Procedures) in its development, development of tourism human resources, forms of coordination that are still not realized, and community support that is still lacking in participation. The aim of this research is to find out the Implementation of Tourism Sector Potential Development Policy in Anambas Islands Regency. This type of research uses descriptive qualitative. The sampling technique used was purposive sampling, where the population consisted of 56 officials from the Department of Tourism and Culture, 9 tourism awareness groups, 10 district officials, 10 culinary tourism business actors and a sample of 5 people. Research Locations in Anambas Islands Regency and Office of Tourism and Culture. Sources and types of data in the form of primary and secondary data. Data collection techniques in this study are observation, interviews and documentation. This study uses the theory of Van Meter and Van Horn (Herabudin; 2016: 72-73) stating that there are 6 variables that influence Policy Implementation. Based on the results of the study, it was concluded that the Implementation of Tourism Sector Potential Development Policy in Anambas Islands Regency did follow the guidelines according to procedures, namely SOP, RENSTRA in its policies. It's just that there has not been the formation of its own regulations in the form of a Regional Tourism Development Master Plan (RIPPDA). There must be a policy in the form of RIPPDA and there must be funds and competent human resources in tourism development in Anambas Islands Regency. Abstrak Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai Kabupaten baru masih belum memiliki perencanaan pembangunan sektor pariwisata dalam bentuk RIPPDA (Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah). Sementara kebijakan RIPPDA sangat di butuhkan dalam proses pengembangan pariwisata itu sendiri. Belum adanya kebijakan bentuk RIPPDA ini bagi pengembangan pariwisata, berdampak kepada SOP (Standar Operating Prosedure) dalam pengembangannya, pembangunan SDM pariwisata, bentuk koordinasi yang masih kurang terealisasi, serta dukungan masyarakat yang masih kurang ikut berpartisipasi. Tujuan penelitian mengetahui Implementasi Kebijakan Pengembangan Potensi Sektor Pariwisata Di Kabupaten Kepulauan Anambas. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Teknik penggunaan sampel menggunakan purposive sampling, dimana populasi berjumlah 56 orang aparatur Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, 9 kelompok sadar wisata, 10 pihak kecamatan, 10 pelaku usaha wisata kuliner dan sampel berjumlah 5 orang. Lokasi Penelitian di Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Sumber dan jenis data berupa data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori dari Van Meter dan Van Horn (Herabudin; 2016: 72-73) menyatakan ada 6 variabel yang mempengaruhi Implementasi Kebijakan. Berdasarkan hasil penelitian diambil kesimpulan Implementasi Kebijakan Pengembangan Potensi Sektor Pariwisata Di Kabupaten Kepulauan Anambas memang mengikuti acauan sesuai prosedur yaitu SOP, RENSTRA dalam kebijakannya. Hanya saja belum terbentuknya peraturan sendiri dalam bentuk Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA). Harus adanya kebijakan dalam bentuk RIPPDA dan harus adanya dana serta sumber daya manusia yang berkompeten dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Pengenalan Ekonomi Kreatif dengan Pemberdayaan Kreativitas dengan Membuat Gelang dari Tali Prusikdi Yayasan Al-Kamilahdepok Kurniawan, Hendra Agung; Restiana, Mohammad Angga; Nyai, Nyai; Ramdani, Yudi
Prosiding Dedikasi: Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): PROSIDING DEDIKASI MARET
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekonomi kreatif merupakan suatu proses pencipataan, kegiatan produksi dan distribusi barang serta jasa, yang dalam prosesnya membutuhkan kreativitas dan kemampuan intelektual(kompas.com, 2021). Anak-anak harus mampu menggali kreativitasnya dengan menciptakan produk yang mempunyai daya jual. Menciptakan produk tidaklah mudah diaplikasikan karena terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan dengan penuh ketelitian dan kesabaran. Namun, mengetahui tentang ekonomi kreatif, merupakan langkah awal untuk aplikasi yang tepat ketika membuat sebuah karya ataupun produk. Industri kreatif memberikan peranan penting terhadap perekonomian suatu negara. Sebagian orang berpendapat bahwa industri kreatif bergantung pada sumber daya manusianya, hal tersebut dikarenakan sumber daya utama industri kreatif adalah pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.Dengan menggali kreativitas terhadap anak-anak, diharapkan mampu menumbuhkan kembalisemangat berkarya pada generasi muda,Melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk mencoba melatih krativitas dengan pembuatan suatu prakarya dari bahan tali prusik serta memberikan ilmu baru, bahwa suatu prakarya yang sederhana memiliki nilai yang ekonomis jika diperjual-belikan, karena prakarya tidak hanya untuk dinikmati oleh pembuatnya saja, tetapi juga bisa dijadikan sebuah ladang untuk mendapatkan penghasilan(Saputri,2021). Selain itu juga memberikan tips-tips untuk memulai suatu usahakepada anak anak di Yayasan Al-Kamilah Depok. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka (on the spot training) menggunakan metodepenyampaian materi edukasi dengan teknik sosialisasi dan penyuluhan, tanya jawab, kuis, kreasi membuat gelang, sertadengan menambahkan permainan. Hasil dari kegiatan ini anak-anak menjadi bertambah pengetahuan mengenaipemanfaatankreativitas untuk menciptakan sebuah karya. Kegiatan sosialisasi tersebutdilaksanakan dengan antusias, dibuktikan dengan komunikatifnya mereka dalam hal tanya jawab saat acaraberlangsung. Kegiatan ini diharapkan dapat dilanjutkan oleh pihak yayasan dan juga dilingkungan masyarakatsekitar serta mampu menumbuhkan kembali kreativitas pada generasi muda Indonesia selanjutnyayang pada akhirnya mampu memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. Kata Kunci:Ekonomi kreatif; Kreativitas; Yayasan Al-Kamilah; Wirausaha