Masjid Cheng Ho Kabupaten Jember memiliki bentuk yang unik, serta berada ditengah muslim Jawa yang memiliki kepercayaan/kenyakinanan dan budaya yang berbeda dengan muslim Tionghoa Kabupaten Jember. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini: (1). Bagaimana latar belakang masjid cheng ho Kabupaten Jember, (2). Bagaimana perbedaan simbol dan bentuk masjid cheng ho Kabupaten Jember, (3). Bagaimana fungsi masjid cheng ho Kabupaten Jember dalam konteks kehidupan sosial-budaya masyarakat sekitar. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnopedagogi (sosial, budaya dan seni). Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan latar belakang masjid cheng ho adanya perjumpaan antara agama islam dengan kebudayaan masyarakat Tionghoa masih menjadi sebuah hal yang menarik untuk bahan kajian pada masa sekarang. Perjumpaan islam dengan Tionghoa menghasilkan akulturasi kebudayaan Tionghoa dengan ajaran-ajaran yang terdapat dalam agama islam. Keinginan mualaf Tionghoa Kabupaten Jember untuk membangun masjid agar mereka bisa punya masjid sendiri dan berkumpul sesama mualaf untuk sharing-sharing dalam menguatkan keyakinan mereka. Dalam bangunan masjid cheng ho, masjid tersebut sudah tersebar dibeberapa kota di Indonesia, salah satunya yang kami gunakan dalam bahan artikel kami yakni di kabupaten Jember, dengan gaya akulturasi kebudayaan Tioghoa dan Islam dapat dilihat dalam hal perbedaan simbol dan bentuk pada masjid cheng ho, serta fungsi masjid cheng ho Kabupaten Jember dalam konteks kehidupan sosial-budaya pada masyarakat sekitar. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi.Kata Kunci: Masjid, Cheng Ho, Kabupaten Jember