Barung, Anselmus Apritno Yomarda
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gerakan Mahasiswa di Indonesia dan Tantangannya terhadap Hegemoni Negara Barung, Anselmus Apritno Yomarda
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 10, No 2 (2023): December
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jps.v10i2.82612

Abstract

Dalam perannya sebagai agen perubahan lewat aktivisme gerakan sosial, mahasiswa dihadapkan dengan berbagai tantangan dan tuntutan baik internal dan struktural yang semakin kompleks. Perangkat-perangkat kekuasaan menjadi senjata represi dan melakukan pembajakan perangkat negara dalam membangun hegemoninya. Mahasiswa dibawa dalam situasi yang membuatnya terombang-ambing dengan dinamika politik yang sedang berlangsung. Situasi ini membawa fakta baru bahwa demokrasi sedang menuju dalam bentuk demokrasi elitisme dan bukan lagi menjadi demokrasi rakyat. Fokus dan tujuan penelitian ini adalah berfokus pada gerakan mahasiswa dan mengungkap tantangan yang dihadapinya dalam praktik hegemoni negara lewat instrument-instrument politiknya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan jenis studi literatur. Pendekatan kualitatif ini dilakukan untuk memahami permasalahan secara deskriptif analitik tentang situasi sosial politik dalam hal ini fenomena tentang gerakan mahasiswa yang berhadapan dengan hegemoni negara yang semakin tak terkontrol. Hasil penelitian ini menunjukan bagaimana pembajakan atas perangkat-perangkat negara yang dilakukan oleh elit politik atau yang bisa disebut oligarki. Selain itu penelitian ini mengulas kembali bagaimana terminologi Anarkisme seharusnya dipahami dengan pandangan teoritis. Kemudian pelabelan ini cenderung ditempatkan pada gerakan mahasiswa dengan upaya menyandingkannya lewat data-data lapangan yang menunjukan fakta yang sebaliknya. Dengan adanya situasi semacam ini menunjukan berbagai tantangan yang begitu kompleks. Dengan begitu perlunya membangun wacana konsolidasi sebagai bagian dari kelompok civil society yang lebih luas menjadi strategi lain dalam menghadapi tantangan atas hegemoni dan dominasi rezim yang sedang terbangun.