Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MENINGKATKAN LATIHAN RESISTENCE BAND DAN PUSH UP TERHADAP KEKUATAN OTOT LENGAN ATLET GULAT HSU Jarkani, Jarkani; Anggara, Norma; Erliana, Mita
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol 10, No 01 (2024): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpor.v10i01.56408

Abstract

Hal ini diyakini sebab kurangnya fasilitas dan program pendidikan yang baik. Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia khususnya Bidang Pengembangan Industri Olahraga melihatnya, Indonesia sudah harus melakukan industrialisasi olahraga sebagai salah satu cara menanggulangi persoalan tersebut. Sekaligus, ketertarikan negara-negara barat dan Amerika serikat buat berinvestasi pada bidang olahraga pada Asia merupakan moment sempurna buat berbagi industrialisasi olahraga (Ibnu, 2011: 1)(Kurnia & Mahendra, n.d.). P (F Parendeng, 2023). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre eksperimen, yaitu The one- Group pretest-posttest design dengan Teknik tes dan perlakuan. Sebagaimana di jelaskan Sugiyono (2014) (Rizki & Slameto, 2017) . Oleh karena itu, berdasarkan data diatas yang unsurnya homogen jadi kajian hasilnya bisa diteruskan melaui perhitungan parametrik.Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t, yang menganalisis perbedaan keterampilan kekuatan otot lengan olahraga gulat yang diberikan perlakuan berupa Metode latihan resistence band dan metode latihan push up. Dan menghasilkan nilai signifikan, p-value dua arah 0,000. Karena nilai signifikan ini lebih kecil dari taraf signifikan α 0,05,Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan Latihan resistence band dan latihan push up terdapat pengaruh positif berupa peningkatan baik terhadap indeks sig 0,000 0.05 terhadap kekuatan otot lengan dalam Teknik menggulung pada atlet gulat HSU.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA MTS SWASTA DI KABUPATEN KAPUAS (PROBLEMATICS OF LEARNING INDONESIAN LANGUAGE AT PRIVATE MTS IN KAPUAS DISTRICT) Jarkani, Jarkani
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 14, No 2 (2024): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v14i2.16684

Abstract

AbstractProblematics of Learning Indonesian Language At Private MTs In Kapuas District. This research is about the problems of learning Indonesian. The research aims is to find out the problems in preparing learning tools and the problems in implementing Indonesian language learning at the Kapuas Regency Private MTS. Qualitative descriptive research approach. Research locations: MTS Miftahul Ulum, MTS Jamiyatul Wasliyah and MTS Ta'limul Aulad. Research results: (1) teachers have internal problems: (a) pedagogical competence, (b) professional competence, namely lack of mastery of the material, (2) the solution to overcome the problem is by empowering human resources and existing facilities to support quality improvement. education, this requires the attention of the head of the madrasah and the head of the madrasah section regarding the problems of learning Indonesian at private MTS, especially in Kapuas Regency.Keywords: Problematic, Learning, Indonesian Abstrak Problematika Pembelajaran Bahasa Indonesia pada MTs Swasta Di Kabupaten Kapuas. Penelitian ini tentang problematik pembelajaran Bahasa Indonesia. Tujuan penelitian untuk mengetahui problematika penyusunan perangkat pembelajaran dan problematik pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia di MTS Swasta Kabupaten Kapuas. Pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian: MTS Miftahul Ulum, MTS Jamiyatul Wasliyah dan MTS Ta’limul Aulad. Hasil penelitian: (1) problematika guru adanya problem internal : (a) kompetensi pedagogis, (b) kompetensi profesional, yaitu kurang menguasai materi, (2) solusi mengatasi problematik yaitu dengan memberdayakan Sumber Daya Manusia dan fasilitas yang dimiliki guna menunjang peningkatan kualitas/mutu pendidikan, hal ini perlu perhatian kepala madrasah dan kasie penmad terkait problematik pembelajaran Bahasa Indonesia di MTS Swasta khususnya di Kabupaten Kapuas.Kata-Kata Kunci: Problematika, Pembelajaran, Bahasa Indonesia
MENINGKATKAN LATIHAN RESISTENCE BAND DAN PUSH UP TERHADAP KEKUATAN OTOT LENGAN ATLET GULAT HSU Jarkani, Jarkani; Anggara, Norma; Erliana, Mita
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 10 No. 01 (2024): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpor.v10i01.56408

Abstract

Hal ini diyakini sebab kurangnya fasilitas dan program pendidikan yang baik. Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia khususnya Bidang Pengembangan Industri Olahraga melihatnya, Indonesia sudah harus melakukan industrialisasi olahraga sebagai salah satu cara menanggulangi persoalan tersebut. Sekaligus, ketertarikan negara-negara barat dan Amerika serikat buat berinvestasi pada bidang olahraga pada Asia merupakan moment sempurna buat berbagi industrialisasi olahraga (Ibnu, 2011: 1)(Kurnia & Mahendra, n.d.). P (F Parendeng, 2023). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre eksperimen, yaitu The one- Group pretest-posttest design dengan Teknik tes dan perlakuan. Sebagaimana di jelaskan Sugiyono (2014) (Rizki & Slameto, 2017) . Oleh karena itu, berdasarkan data diatas yang unsurnya homogen jadi kajian hasilnya bisa diteruskan melaui perhitungan parametrik.Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t, yang menganalisis perbedaan keterampilan kekuatan otot lengan olahraga gulat yang diberikan perlakuan berupa Metode latihan resistence band dan metode latihan push up. Dan menghasilkan nilai signifikan, p-value dua arah 0,000. Karena nilai signifikan ini lebih kecil dari taraf signifikan α 0,05,Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan Latihan resistence band dan latihan push up terdapat pengaruh positif berupa peningkatan baik terhadap indeks sig 0,000 0.05 terhadap kekuatan otot lengan dalam Teknik menggulung pada atlet gulat HSU.
IDENTIFIKASI POSISI CRACKS DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERUBAHAN STABILITAS LERENG Jarkani, Jarkani; Alexsander, Stephanus; Sarie, Fatma; Yani, Mohammad Ikhwan; Hendri, Okrobianus
Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan, Oktober 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jt.v9i1.11232

Abstract

Slope is the difference in elevation of a land surface with a varying angle of inclination. Disasters that commonly occur on slopes are landslides caused by the loss of stability on a slope. One of the determinants of slope stability is the strength of the material that makes up the slope to resist collapse. Generally, slope stability analysis only refers to the values of cohesion (c) and soil shear angle (ø), without taking into account the weak plane on the slope. Landslides that occur on slopes generally occur partially. Partial landslides are caused by the presence of weak areas on the slope. The process of identifying weak areas in the slope uses the geoelectric method. The use of geo-electrical methods through field surveys in the form of resistivity tomography aims to model 2D subsurface layers so that it is known which layers have the potential to become weak areas in the form of cracks in the slope. While the process of identifying changes in slope stability due to the presence of weak areas based on the position of cracks using the help of FEM (finite element method) software The purpose of this research is to identify the weak plane of the slope based on the position of cracks and their effect on slope stability. The results of geoelectric testing showed the presence of weak areas in the form of cracks formed in the slope based on the resistivity value of (731.28–1712.55) Ωm. The results of the analysis of changes in slope stability due to the presence of weak areas in the form of cracks in the slope show a decrease in the safety factor (SF) value, which previously had a safety factor (SF) value of 4.272 to 3.630.